Hary Tanoe Yakin Motion Jadi Aplikasi Digital Banking Paling Terintegrasi di Indonesia

Michelle Natalia, Jurnalis · Selasa 04 Mei 2021 19:34 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 04 320 2405620 hary-tanoe-yakin-motion-jadi-aplikasi-digital-banking-paling-terintegrasi-di-indonesia-d0Mq9wvyHC.png Executive Chairman MNC Group Hary Tanoe soal Motion MNC Bank. (Foto: Okezone.com/Michelle)

JAKARTA - Executive Chairman MNC Group Hary Tanoesoedibjo mengatakan bahwa bisnis harus terus mengikuti perkembangan dunia, khususnya teknologi. Pasalnya, saat ini adalah era perubahan utamanya dalam layanan keuangan digital.

Untuk itu, melalui aplikasi Motion MNC Bank, Dirinya yakin layanan tersebut menjadi aplikasi digital banking paling terintegrasi di Indonesia.

"Nantinya, Motion akan terintegrasi dengan SPIN, e-wallet dari MNC, juga dengan layanan e-transfer, remitensi, serta integrasi mastercard dan visa card ke aplikasinya," ujar HT dalam MNC Group LVI Manager Forum di Jakarta, Selasa(4/5/2021).

Baca Juga: Sambut Lebaran, MNC Bank (BABP) Kembali Dipercaya Bank Indonesia Layani Penukaran Uang

Dia pun sangat menyambut gembira hal ini karena level playing fieldnya sudah tinggi. Ibarat arena balapan, semua orang memulai dari titik yang sama.

"Jika kita dilihat trading pasar saham melalui aplikasi MNC Trade New, kami menyediakan dua model, yakni model konvensional, dan satu lagi model yang lebih mudah diterima oleh kaum millenial yang tertarik dalam investasi saham," kata HT.

Baca Juga: MNC Bank (BABP) Rilis Versi Terbaru Motion untuk Sambut Lebaran

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso mengapresiasi MNC Group, bahwa langkah ini merupakan langkah maju dalam mengembangkan produk digital keuangan Indonesia.

Dia mengatakan, jika tidak ada produk tersebut yang merupakan buatan Indonesia, maka konsumen akan mencari-cari hingga ke luar negeri. Maka dari itu, OJK akan memberikan ruang lebih luas dalam produk-produk teknologi terutama digital keuangan, dengan catatan kepentingan konsumen didahulukan.

"Karena konsumen adalah orang-orang yang tidak semuanya paham soal produk teknologi dan tidak semuanya melek ketentuan," pungkas Wimboh.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini