Erick Thohir: Insya Allah November Ini Sarinah Bangkit dari Tidur

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Selasa 04 Mei 2021 20:33 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 04 320 2405636 erick-thohir-insya-allah-november-ini-sarinah-bangkit-dari-tidur-dZrlZnDJnz.jpg Menteri BUMN Erick Thohir. (Foto: Okezone.com/BUMN)

JAKARTA - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memastikan peresmian Gedung Sarinah akan dilakukan November 2021. Sebelumnya peresmian ditargetkan pada Agustus tahun ini.

Menteri BUMN Erick Thohir menyebut, peresmian gedung Sarinah menandakan kembalinya masa kejayaan Gedung yang dibangun mendiang Presiden Soekarno sejak memimpin Indonesia. Di mana, sang proklamator menginginkan Indonesia memiliki pusat perbelanjaan modern yang diintegrasikan atau didasarkan pada kultur bangsa Indonesia.

Baca Juga: Erick Thohir Sinergikan Sarinah dengan Hotel Icon Jakarta

"Insya Allah November (2021) ini Sarinah bangkit dari tidur, di mana, Sarinah akan menjadi pusat daripada brand-brand lokal yang selama ini dianggap nomor 2," ujar Erick kepada wartawan di gedung Kementerian BUMN, Selasa (4/5/2021).

Usai peresmian, Mantan Bos Inter Milan itu meyakini Sarinah akan memperjuangan sepuluh produk Indonesia yang berasal dari Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) untuk dipasarkan di kancah global. Produk tersebut beragam, dua diantaranya adalah coklat dan yang sudah dikurasi oleh pihak berwenang.

Baca Juga: Sengketa Aset Sarinah dengan Parna Raya, Erick Thohir: Saya Ingin Diselesaikan Baik-Baik

Pemugaran atau renovasi gedung Sarinah sendiri tak akan menghilangkan cagar budaya yang dahulu sudah pernah ada. Artinya, nilai-nilai sejarah akan tetap dipertahankan dan menjadi kekuatan tersendiri bagi Sarinah. Salah satunya, kolam pantul yang akan menjadi objek bagi para turis.

Di sisi bisnis, PT Sarinah (Persero) nantinya menyediakan tempat bagi UMKM di Gedung Sarinah. Bahkan, manajemen pelat merah ini akan berupaya agar produk-produk UMKM mampu bersaing di pasar global.

Meski begitu, dalam skema bisnis baru ini, manajemen tetap mengakomodir produk asing. Namun dengan catatan, pelaku pasar dari produk asing bisa bekerja sama dengan UMKM.

Transformasi Sarina juga mengikuti tren pasar saat ini karena bisnis ritel bersifat sangat dinamis. Karena itu, manajemen akan menyediakan trading house yang akan mempertemukan pembeli dan penjual produk UMKM yang berorientasi pada ekspor.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini