Berdagang Ala Nabi Muhammad SAW, Penjual dan Pembeli Harus Murah Hati

Fariza Rizky Ananda, Jurnalis · Rabu 05 Mei 2021 03:31 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 04 455 2405180 berdagang-ala-nabi-muhammad-saw-penjual-dan-pembeli-harus-murah-hati-J2idd5K3NW.jpg Al-Quran (Foto: Ilustrasi Freepik)

JAKARTA – Dalam berbisnis, pengusaha bisa menentukan kegiatannya apakah berfokus pada produk atau kepada konsumen. Banyak perusahaan yang memilih fokus kepada konsumen atau consumer-centric, di mana perusahaan memberikan promo habis-habisan dengan intensitas yang besar bagi konsumen.

Hal tersebut dilakukan dengan tujuan memuaskan dan menumbuhkan loyalitas konsumen. Tapi di sisi lain, perusahaan harus memotong cost yang besar agar dapat menyeimbangkan neraca arus kas mereka. Pada akhirnya, konsumen yang menang, tapi perusahaan harus gigit jari karena bisa saja terjun dalam kubangan kerugian.

Baca Juga: Prinsip-Prinsip Berdagang yang Baik Sesuai Petunjuk Nabi Muhammad SAW

Dilansir dari buku Strategi Andal dan Jitu Praktik Bisnis Nabi Muhammad karya Thorik Gunara dan Utus Hardiono Sudibyo, Rabu (5/5/2021), soul marketing yang merupakan pengembangan dari cara berdagang yang dilakukan Nabi Muhammad punya konsep yang berbeda dari bisnis consumer-centric maupun product-centric.

Baca Juga: Kunci Sukses Promosi Ala Nabi Muhammad SAW, Menghindari Sumpah Berlebihan

Dasar dari konsep ini bukan pada produk atau konsumen, tapi pada sikap murah hati. Murah hati adalah sebuah sikap yang membatasi seseorang dari perbuatan yang berlebihan. Transaksi yang didasari dengan sikap ini adalah transaksi yang tidak berat sebelah dan akan mencapai win-win solution antara penjual dan pembeli.

Nabi Muhammad SAW bersabda, “Allah mengasihi orang yang bermurah hati ketika menjual, membeli, dan menagih” (HR Bukhari dari Jabir bin Abdullah Ra.)

Dalam sebuah transaksi, pedagang yang murah hati tidak akan menetapkan harga yang terlalu tinggi atau terlalu rendah, melainkan sesuai dengan kualitas dan manfaat yang diberikan. Di sisi lain, konsumen juga bermurah hati kepada penjual dengan tidak memberikan penawaran yang terlalu rendah.

Murah hati menempatkan keuntungan di tengah-tengah, tidak condong kepada konsumen, tidak juga kepada penjual.

Rasulullah bersabda, “Wahai Ummu Qilat, jika engkau ingin membeli sesuatu, tawarlah dengan harga yang kau inginkan, diberikan atau tidak. Dan bila engkau ingin menjual, tawarkanlah dengan harga yang engkau inginkan, diterima atau ditolak” (HR al-Quzuwaini).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini