4 Kali Minus, Berikut Perjalanan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia hingga Resesi

Fadel Prayoga, Jurnalis · Rabu 05 Mei 2021 12:54 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 05 320 2405936 4-kali-minus-berikut-perjalanan-pertumbuhan-ekonomi-indonesia-hingga-resesi-YXSoiXlyKv.jpg BPS soal Data Ekonomi RI (Foto: Tangkapan Layar)

JAKARTA - Perekonomian Indonesia masih dilanda resesi hingga kuartal pertama tahun 2021. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal I 2021 berada pada angka minus 0,74%.

Angka itu berbanding terbalik dibandingkan kuartal I 2020 sebesar 2,97%. Meski begitu, bila ditilik mendalam, kontraksi pada kuartal ini sudah lebih baik jika dibandingkan dengan sebelumnya.

Baca Juga: Ekonomi RI Minus 0,74%, BPS: Tanda-Tanda Perbaikan Kian Nyata 

Di mana pada kuartal terakhir 2020, perekonomian Indonesia masih berada di angka minus 2,19%. Lalu, pada kuartal III di tahun yang sama, yaitu di angka minus 3-49%.

Angka minus 3,49% pada 2020 merupakan titik sejarah baru dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia. Sebab, saat itu merupakan fase perekonomian Tanah Air resmi dinyatakan tercebur ke jurang resesi.

Indonesia masuk ke jurang resesi karena pada kuartal II 2020 perekonomiannya terkontraksi sebesar minus 5,32%. Negara dinyatakan resesi bila perekonomiannya dua kuartal berturut-turut nilainya minus.

Artinya, kinerja ekonomi kuartal pertama 2021 juga mencerminkan kondisi resesi ekonomi yang belum berakhir. Kinerja ekonomi Indonesia juga mengalami empat kali minus.

Kepala BPS Suhariyanto menjelaskan, pertumbuhan ekonomi kuartal I-2021 masih minus 0,74% disebabkan perkembangan inflasi 1,37% secara year on year (yoy). Adapun realisasi belanja negara APBN kuartal I-2021 mencapai 523,04 trilun yang naik cukup tinggi yang mana Rp452, triliun triliun pada tahun lalu.

"Dengan pergerakan berbagai indikator kuartal I 2021, sehingga kalau dibandingkan kuartal I 2020 ekonomi Indonesia kuartal I 2021 ini masih kontraksi 0,74%. Jadi secara yoy ekonomi Indonesia kuartal I terkontraksi 0,74% sementara secara qtq kontraksi 0,96%," katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini