Kawasan Industri Jababeka Kurangi Rugi hingga 89,2%

Aditya Pratama, Jurnalis · Jum'at 07 Mei 2021 09:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 07 278 2406989 kawasan-industri-jababeka-kurangi-rugi-hingga-89-2-jLQjhZbh31.jpg Kawasan Industri Jababeka Kurangi Rugi. (Foto: Okezone.com/Kementan)

JAKARTA - PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA) mampu mengurangi kerugian di kuartal I-2021. KIJA mencatat rugi sebesar Rp80,90 miliar atau turun 89,27% dibanding 31 Maret 2020 sebesar Rp754,13 miliar.

Dikutip dari keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), perseroan mencatatkan penjualan dan pendapatan jasa sebesar Rp640,59 miliar atau naik 35,22% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp473,72 miliar dengan rugi per saham dasar Rp3,94.

Baca Juga: Rugikan Investor, OJK-BEI Harus Segera Bereskan Konflik Jababeka

Pendapatan dari pilar bisnis Land Development & Property Perseroan mencatat peningkatan sebesar 116% menjadi Rp257,8 miliar di kuartal I-2021 dari Rp119,6 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Peningkatan ini terutama disebabkan oleh kinerja yang kuat dari penjualan kavling tanah yang melonjak dari Rp35,1 miliar menjadi Rp154,8 miliar.

Kemudian, pendapatan dari pilar Infrastruktur meningkat 7% menjadi Rp357,6 miliar dibandingkan dengan Rp333,5 miliar pada periode yang sama tahun 2020. Semua segmen infrastruktur mengalami peningkatan pada kuartal pertama 2021 dibandingkan dengan kuartal yang sama tahun 2020,di mana kontributor utama peningkatan ini berasal dari Bekasi Power yang mengalami peningkatan pendapatan sebesar Rp17,7 miliar karena pembangkit listrik beroperasi lebih banyak pada kuartal I-2021.

Baca Juga: Suspensi Dicabut, Saham Jababeka Kembali Diperdagangkan

Pilar Leisure & Hospitality Perseroan membukukan peningkatan pendapatan sebesar 22 persen menjadi Rp25,1 miliar pada kuartal pertama tahun 2021. Peningkatan ini terjadi pada semua segmen dalam Pilar ini, terutama golf dan pariwisata. Segmen golf memberikan kontribusi sebesar 65% terhadap total pendapatan pilar Leisure & Hospitality.

Pendapatan berulang (recurring revenue) dari pilar Infrastruktur berkontribusi sebesar 56% terhadap total pendapatan di kuartal pertama 2021, dibandingkan dengan 70%pada kuartal pertama 2020.

Penurunan kontribusi recurring revenue ini terutama disebabkan adanya peningkatan kontribusi pendapatan dari segmen Land Development & Property yang lebih besar dibandingkan Pilar Infrastruktur.

Dari sisi penjualan real estat secara marketing (marketing sales), Perseroan mencatat Rp230,8 miliar pada kuartal I-2021, meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan dengan Rp110,5 miliar pada kuartal yang sama tahun sebelumnya.

Marketing sales dari Cikarang berkontribusi 89 persen, sedangkan Kendal dan lain-lain 11 persen. Penjualan industri (kavling atau standard factory buildings) memberikan kontribusi sebesar 73%, sedangkan segmen residensial/komersial dan lain-lain memberikan kontribusi sebesar 27%. Target marketing sales Perseroan untuk tahun 2021 ditetapkan sebesar Rp1,4 triliun, yang terdiri dari Rp1 triliun dari Cikarang dan lain-lain, dan Rp400 miliar dari Kendal.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini