Banyak Beli Mobil, Transaksi Penjualan Adira Melesat 282% pada April 2021

Jum'at 07 Mei 2021 13:57 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 07 278 2407148 banyak-beli-mobil-transaksi-penjualan-adira-melesat-282-pada-april-2021-r9IrZF7ABS.jpg Mobil (Foto: Okezone)

JAKARTA - Ramadhan dan lebaran masih menjadi momentum PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (Adira Finance) untuk menggenjot pertumbuhan pembiayaan. Meski masih diliputi dampak pandemi Covid-19, perseroan menaruh harapan target pembiayaan tahun ini masih bisa tumbuh.

Direktur Penjualan, Pelayanan dan Distribusi Adira Finance Niko Kurniawan mengatakan, Ramadhan ini menjadi momentum yang baik bagi kalangan pengusaha dan industri untuk meningkatkan penjualan. Saat ini, biasanya inflasi naik saat Ramadan.

“Untuk menangkap momentum Ramadan, Adira Finance memiliki berbagai program promosi dalam menyediakan beragam solusi keuangan, baik pembiayaan konvensional maupun syariah,” ujarnya seperti dikutip dari Harian Neraca, Jumat (7/5/2021).

Asal tahu saja, meski data Badan Pusat Statistik (BPS) pada kuartal I-2021 pertumbuhan ekonomi Indonesia masih minus 0,74%. Namun, sudah menunjukkan perbaikan dibandingkan dengan kuartal IV-2020 yang minus 2,19%.

"Ini seiring meningkatnya laju perekonomian dan aktivitas ekonomi. Kuartal II, pemerintah estimasi ada positif growth artinya sudah semakin membaik," katanya.

Baca juga: Diserang Covid-19, Pembiayaan Adira Finance Turun 51%

Dalam kesempatan yang sama, Direktur SDM dan Marketing Adira Finance Swandajani Gunadi menilai ekonomi Indonesia mulai bergulir dengan baik di kuartal kedua ini.

"Ramadhan 2020 dengan 2021 sudah banyak perbedaan, ada perbaikan ekonomi yang terjadi. Kalau kita lihat, transaksi penjualan Adira bulan Ramadan naik 282% dibanding tahun lalu. Ini signifikan, perekonomian mulai bergulir maju, April ini dibanding dengan Maret mengalami peningkatan 11% (mtm)," jelas Swandajani.

Per April 2021, Adira Finance menyalurkan pembiayaan baru dan bekas untuk mobil sebesar Rp 871,39 miliar, dan pembiayaan motor Rp1 triliun. Kemudian, pembiayaan durables senilai Rp 30,97 miliar, dan fasilitas dana multiguna yang disalurkan sebesar Rp437,7 miliar per April.

Dia menilai, sejalan dengan peningkatan yang tajam tersebut juga mengindikasikan bahwa masyarakat mulai terbiasa dengan keadaan new normal. Diharapkan aktivitas ekonomi kembali pulih dan membaik.

"Kita lihat pemberitaan di Tanah Abang itu mulai padat, indikasi ekonomi membaik, tapi seram juga karena protokol kesehatan dilupakan. Jangan sampai kita seperti India," imbuh dia.

Sementara itu, sebanyak 35% dari portofolio Adira Finance mendapatkan stimulus restrukturisasi dengan nilai Rp19 triliun. Hingga saat ini, para nasabah sudah mulai membayar kewajibannya secara normal.

"Dari total nasabah yang dapat relaksasi ada 831 ribu account, dari unit motor itu 80% dan 20% mobil. Sedangkan, dari nilainya, 40% motor dan 60% mobil," tutur Swandajani.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini