7 Fakta IPO BUMN, Investor Bisa Borong Saham

Fariza Rizky Ananda, Jurnalis · Sabtu 08 Mei 2021 06:45 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 07 278 2407407 7-fakta-ipo-bumn-investor-bisa-borong-saham-HEQnSOkFCd.jpg IPO (Foto: Ilustrasi Shutterstock)

3. PIS baru diresmikan, namun dijadwalkan IPO tahun ini

Erick Thohir meresmikan subholding pertama PT Pertamina (Persero), PT Pertamina International Shipping (PIS). Subholding sendiri dipastikan akan melakukan penawaran saham perdana atau Initial Public Offering (IPO) pada 2021.

Menteri BUMN Erick Thohir memastikan, PIS akan melantai ke Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun ini. Meski begitu, dia enggan membeberkan waktu pasti IPO. Pemegang saham juga menilai peresmian PIS menjadi langkah awal bagi PIS untuk terus memperkuat posisinya di industri energi dari sisi marine dan logistik.

4. Ini profil perusahaan dari sektor pertanian dan pertambangan akan IPO

Untuk sektor pertambangan, terdapat tiga perusahaan atau anak usaha BUMN yakni PT MIND ID (Persero), PT Logam Mulia (Persero) dan PT Inalum Operating (Persero). Kemudian, terdapat satu perusahaan BUMN di sektor pertanian, yaitu PT Pupuk Kalimantan Timur (Persero) atau Pupuk Kaltim

- MIND ID

PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero), atau Inalum, resmi menjadi Holding BUMN Industri Pertambangan dengan nama Mining Industry Indonesia (MIND ID). MIND ID menguasai saham milik pemerintah Indonesia di PT Aneka Tambang Tbk, PT Bukit Asam Tbk, PT Timah Tbk, dan PT Freeport Indonesia.

- Logam Mulia

Logam Mulia adalah anak perusahaan PT Aneka Tambang Tbk atau Antam yang bergerak di bidang pertambangan dengan integrasi vertikal, mulai dari eksplorasi, penambangan, pemurnian, manufaktur dan perdagangan logam mulia.

- Inalum Operating (data tidak ditemukan)

- Pupuk Kalimantan Timur

Pupuk Kaltim merupakan anak usaha PT Pupuk Indonesia (Persero). Perseroan menjalankan kegiatan usahanya sesuai dengan Anggaran Dasar yang telah ditetapkan. Adapun kegiatan usaha Perusahaan menurut Anggaran Dasar No. 25 tanggal 30 Agustus 2019 pasal 3 adalah industri manufaktur, perdagangan dan jasa.

5. Kadin: Keputusan yang tepat untuk IPO BUMN

Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Bidang Pengembangan Pengusaha Nasional, Arsjad Rasjid, mengungkapkan bahwa keputusan untuk memperdagangkan saham ke-14 BUMN itu di Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan bahwa pemerintah membuka peluang bagi masyarakat untuk memiliki saham perusahaan-perusahaan BUMN.

Selain itu, lanjutnya, dampak dari go public, perusahaan BUMN akan memiliki ekuitas optimal sehingga akan terus berupaya meningkatkan kinerjanya agar dapat menciptakan value added.

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini