Dari Buntung, PT Timah Catat Laba Rp10,34 Miliar di Kuartal I

Aditya Pratama, Jurnalis · Jum'at 07 Mei 2021 11:38 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 07 320 2407067 dari-buntung-pt-timah-catat-laba-rp10-34-miliar-di-kuartal-i-RhkJ1q6RFj.jpg Rupiah (Reuters)

JAKARTA - PT Timah Tbk (TINS) mencatatkan laba pada kuartal I-2021. Pada laporan keuangan per 31 Maret 2021, Perseroan mencatatkan laba sebesar Rp10,34 miliar atau berbalik arah dibanding 31 Maret 2020 dengan rugi sebesar Rp412,85 miliar.

Dikutip dari keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Perseroan mencatatkan pendapatan usaha sebesar Rp2,44 triliun atau turun 44,77 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp4,42 triliun dengan laba per saham dasar Rp1.

 Baca juga: Tak Masuk Holding BUMN Baterai Listrik, Ini Kata Bos PT Timah

Adapun pendapatan Perseroan terdiri atas penjualan ekspor dan penjualan lokal. Penjualan ekspor menjadi kontributor utama penjualan sebesar Rp2,02 triliun atau lebih rendah dari sebelumnya Rp4,20 triliun. Kemudian, penjualan lokal tercatat Rp242,83 miliar atau lebih tinggi dari sebelumnya Rp219,03 miliar.

Adapun rincian pelanggan yang memiliki transaksi pendapatan lebih dari 10 persen dari jumlah pendapatan usaha berasal dari MIND ID Trading Pte Ltd sebesar Rp890,83 miliar dan Traxys Europe SA sebesar Rp129,23 miliar.

 Baca juga: Masih Merugi, PT Timah Tak Bagikan Dividen

TINS mencatatkan adanya penurunan beban pokok pendapatan di kuartal I-2021 menjadi Rp2,12 triliun dibanding periode yang sama tahun sebelumnya Rp4,62 triliun. Beban umum dan administrasi juga menurun menjadi Rp171,93 miliar dari sebelumnya Rp213,64 miliar, serta beban keuangan turun menjadi Rp98,56 miliar dari sebelumnya Rp214,36 miliar.

Sementara itu, arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi tercatat Rp972,99 miliar, arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi tercatat Rp147 miliar dan arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan tercatat Rp923,54 miliar.

Timah mencatatkan liabilitas sebesar Rp8,58 triliun dan ekuitas Rp5,04 triliun. Adapun total aset perseroan menurun menjadi Rp13,63 triliun dibanding tahun 2020 sebesar Rp14,51 triliun.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini