Menko Luhut: Proyek Industri Hijau Terbesar Dunia Bakal Ada di RI

Taufik Fajar, Jurnalis · Jum'at 07 Mei 2021 21:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 07 320 2407346 menko-luhut-proyek-industri-hijau-terbesar-dunia-bakal-ada-di-ri-2sZ3WqzTzL.jpg Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan (Foto: Dokumentasi Kemenko Marves)

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan mengatakan bahwa peletakan batu pertama proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) atau hydropower di Kalimantan Utara akan dilakukan pada tahun ini.

"Jadi kita berharap groundbreaking bisa dilakukan tahun ini dan di situ ada 11 ribu megawatt yang akan bisa kita gunakan," ujar dia dalam webinar virtual ISEI-Kadin, Jumat (7/5/2021).

Baca Juga: Demi Masa Depan, RI Bangun Pembangkit Tenaga Air Raksasa

Dia juga menjelaskan bahwa, proyek PLTA ini nantinya akan menggunakan skema industri terintegrasi. Dan proyek hydropower yang memiliki kawasan industri terintegrasi ini akan menjadi yang terbesar di dunia.

Kemudian lanjut dia Presiden Jokowi sebelumnya juga telah mengatakan proyek bernama Indonesia Green Industrial Park seluas 12.500 hektare di Kalimantan Utara ini akan menjadi proyek percontohan net zero emission.

Baca Juga: Jokowi Akan Tinjau Progres Pembangunan PLTA Kayan

"Pak Presiden sudah umumkan kita akan memiliki integrated industry dengan berbasiskan hydropower di Kaltara dan ini satu integrated industry yang terbesar di dunia," ungkap dia.

Sebelumnya Pemerintah terus mengupayakan terwujudnya pembangunan berkelanjutan yang ramah lingkungan serta mewujudkan emisi nol bersih.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan bahwa kesungguhan pemerintah dalam mewujudkan impian tersebut.

"Kami ingin membahas tentang karbon dan energi bersih. Sampai saat ini, gugus tugas lintas kementerian kami sedang menyiapkan peta jalan NDC (Nationally Determined Contributions atau kontribusi yang ditentukan secara nasional ) untuk Presiden," ujar dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini