BUMN Karya Ramai-Ramai Jual Tol, Cek Daftarnya

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Jum'at 07 Mei 2021 20:33 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 07 320 2407397 bumn-karya-ramai-ramai-jual-tol-cek-daftarnya-5ynm8CVcn2.jpg Tol (Foto: Okezone)

Sementara, Wijaya Karya atau WIKA berencana menawarkan ruas jalan tol lama atau baru yang dimiliki. Direktur Utama Wijaya Karya Agung Budi Waskito mengatakan, ruas tol yang kemungkinan masuk dalam LPI adalah Tol Balikpapan-Samarinda (Balsam) dan Manado-Bitung.

"Dengan ada LPI ini menjadi penyemangat kami untuk bisa membangun infrastruktur Indonesia, ini tentunya kami sudah mempersipkan. Satu adalah jalan tol, kebetulan ada beberapa jalan tol yang sedang kita kerjakan maupun yang sudah kita kerjakan. Kita ingin sebagian bersama-sama dengan LPI atau INA," ujar Agung.

Saat ini, manajemen sudah melakukan tahap evaluasi bersama sejumlah pihak berwenang terkait pemetaan aset untuk dimasukan ke LPI. Rencananya, dalam waktu dekat ini keputusan akan disampaikan manajemen.

Sedangkan Waskita Karya mencatat ada 9 ruas jalan tol yang akan didivestasikan sepanjang 2021. Secara agregat, perseroan menawarkan 14 ruas jalan tol kepada investor.

Direktur Utama Waskita Karya Destiawan Soewardjono mencatat, upaya penawaran aset jalan tol tersebut seyogyanya dilakukan pada 2020 kemarin. Mengingat, adanya pandemi Covid-19, maka rencana tersebut baru direalisasikan tahun ini.

Dari 9 ruas tol tersebut, 1 ruas sudah disepakati. Empat ruas dalam proses negosiasi. Sementara 5 lainnya masih upayakan untuk ditawarkan kepada investor lainnya.

"Situ ruas sudah deal, sudah kami eksekusi, kemudian satu ruas dalam proses, kemudian ada tiga ruas, kami divestasi dengan pola, masih ada lima ruas, kami targetkan bisa terlaksana, apalagi tahun 2020 ini INA sudah berfungsi dan kami beberapa ruas kami sudah bahas untuk diakuisisi oleh INA," katanya.

Manajemen meyakini, langkah didivestasi akan mengurangi beban bunga utang yang hingga saat ini mencapai Rp4,7 triliun. Sementara pokok utang perseroan sebesar Rp90 triliun. Destiawan menyebut, jika proses transaksi berjalan baik, maka akan mempercepat pelunasan utang emiten.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini