Menko Luhut Kawal Transformasi Subsidi Elpiji dan Listrik

Taufik Fajar, Jurnalis · Rabu 12 Mei 2021 17:10 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 12 320 2409434 menko-luhut-kawal-transformasi-subsidi-elpiji-dan-listrik-P9LmrCaWRo.jpg Transformasi Subsidi Gas Elpiji. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman menyoroti progres tim regulasi transformasi subsidi elpiji pada 2022 dan reformasi subsidi listrik.

“Rapat ini sebagai Brainstorming agar target penyelarasan subsidi LPG dan listrik dapat tercapai untuk dimulai pada Januari 2022," ujar Asisten Deputi (Asdep) Energi Ridha Yasser di Jakarta, Rabu (12/5/2021).

Dia berharap bisa terjadi optimalisasi antara subsidi listrik yang disalurkan PT PLN dan subsidi gas yang disalurkan PT Pertamina bisa selaras memanfaatkan database (dasar data) yang sama.

Baca Juga: Kurangi Masalah Neraca Dagang, RI Tinggalkan Rezim Subsidi Energi

"Untuk itu, diperlukan salah satu Kementerian/Lembaga untuk bisa menjadi pengampu database terkait subsidi listrik dan LPG ini. Dan sepertinya, yang paling memungkinkan untuk melakukannya ialah dari Kemensos," ungkap Ridha.

Salah satu tujuan diadakannya transformasi subsidi LPG ini adalah untuk menghilangkan disparitas harga di pasaran pada tahun 2022. Saat ini, sedang dilakukan revisi terhadap regulasi yang berlaku untuk transformasi subsidi LPG dan sedang dibahas secara langsung oleh Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM.

Baca Juga: Siap-Siap! Penerima Subsidi Energi Bakal Diaudit Ulang

"Menteri ESDM sudah memberi arahan kepada Direktur Jenderal Migas terkait transformasi LPG untuk menetapkan kebijakan yang terkait dengan penyediaan, distribusi dan penetapan harga serta terintegrasi dengan bansos,” ungkap Direktur Pembinaan Usaha Hilir Migas Kementerian ESDM Soerjaningsih.

Sementara itu, terkait penyaluran subsidi, perlu dilakukan sosialisasi kepada masyarakat untuk menegaskan kembali siapa saja yang termasuk sebagai penerima subsidi. Harus ada Memorandum of Understanding (MoU) yang baik dan jelas antara Pusdatin Kementerian ESDM dan Kementerian Sosial untuk memastikan keamanan data masyarakat calon penerima subsidi.

Direktur Niaga dan Manajemen Pelanggan PT PLN Bob Saril kemudian mengungkapkan bahwa PLN sudah berkoordinasi dengan Kemenko PMK terkait pemadanan data baru. Koordinasi terkait penggunaan Nomor Induk Kependudukan (NIK) sebagai penerima subsidi sudah dikoordinasikan oleh Kementerian ESDM kepada Kemendagri terkait penggunaan Data Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil).

"Data final terkait pemadanan penerima subsidi sudah dapat digunakan untuk tahun 2022,” tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini