Tom Cruise Jual Rumah Rp556 Miliar, Ada yang Mau Beli?

Hafid Fuad, Jurnalis · Jum'at 14 Mei 2021 20:07 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 13 470 2409899 tom-cruise-jual-rumah-rp556-miliar-ada-yang-mau-beli-iDNFfGFrsV.png Tom Cruise. (Foto: Okezone.com/CNBC)

JAKARTA - Rumah peternakan milik Tom Cruise, di Telluride, Colorado, dijual di harga USD39,5 Juta setara Rp556 Miliar (kurs Rp14.100 per USD). Bayangkan tinggal di sana dan bisa menunjuk Ralph Lauren, Robert Redford dan Neil Young sebagai tetangga.

Bagi mereka yang sanggup menyediakan bujet tersebut bisa ikut serta memperebutkan area peternakan milik Tom Cruise dengan luas 320 acre di kawasan Colorado tersebut. Superstar Hollywood tersebut dikabarkan bahkan turut mendesain bangunan seluas 11.512 kaki persegi tersebut demi memaksimalkan keunggulan pemandangan di area sekitar.

Ruang utamanya seluas 10.000 kaki persegi, dengan empat kamar tidur utama dan tiga kamar tidur tamu. Tambahan lagi ada ruang makan besar di dapurnya, ada ruang tamu, ruang makan kapasitas besar, ruang olahraga, rekreasi, dan perpustakaan.

Baca Juga: Lapangan Golf Kemayoran Bakal Disulap Jadi Hutan Kota dan Danau

Agen properti Eric Lavey, dari Sotheby's International Realty, mengatakan aset milik Cruise memiliki faktor keunikan yang langka. Kelangkaan akan selalu mendongkrak nilai jual.

Bahkan menurut toptenrealestatedeal. com, kawasan Telluride telah lama menjadi tujuan para selebriti yang hobi main ski atau hanya jalan-jalan dan bersantai. Artis-artis top lain juga menjadikan Telluride sebagai lokasi berlibur. Mereka adalah Robert Redford, Jerry Seinfeld, Neil Young, dan perancang busana para selebritis yaitu Ralph Lauren.

Namun dengan harga segitu, peternakan Cruise di Telluride bukanlah satu-satunya pilihan. Agen properti Dan Dockray dari LIV Sotheby's International Realty di Telluride, Colorado, mengatakan harga tertinggi untuk satu peternakan mencapai USD45 juta. Bahkan dia mengatakan memiliki daftar sejumlah properti dengan harga di atas USD20 juta.

Baca Juga: Menteri Basuki Curhat Rumahnya Mau Digusur

Kondisi pandemi kini ibarat bensin yang mengobarkan api gairah untuk membeli rumah di kalangan super kaya dunia. Tren ini diprediksi akan mengerek harga properti strategis di tahun ini.

Data riset dari konsultan properti, Knight Frank, dalam "Wealth Report 2021", menyatakan sekitar 26% orang super kaya (UHNWIs) secara global memiliki rencana membeli rumah baru di tahun 2021. Angka ini telah melesat dari 21% pada tahun 2020.

Liam Bailey, kepala riset global di Knight Frank mengatakan minat utama yang sangat kuat menyasar properti di pedesaan dan pantai. Terlebih yang memiliki akses ruang terbuka, otomatis akan menjadi fitur yang paling dicari saat ini. "Kondisi pandemi memicu permintaan dari segmen orang super kaya untuk lokasi strategis seperti di pegunungan, danau, hingga daerah pesisir. Permintaan ini akan memicu kenaikan harga hingga 7% untuk pasar utama kami di tahun ini," ujar Liam dilansir dari artikel di South China Morning Post, Jumat (14/5/2021).

Agen properti berbasis di kawasan Aspen, Riley Warwick, menjual perumahan Douglas Elliman. Dirinya menjadi salah satu yang dibanjiri permintaan. Bahkan nilainya terus meningkat hampir mencapai 120 persen setiap tahunnya hingga kini.

Dalam rentang tiga bulan dari 26 November 2020 sampai 26 maret 2021, di kawasan Aspen mencatat ada 114 penjualan dengan volume penjualan USD794 juta. Tujuh di antaranya bahkan senilai USD20 juta atau lebih, 25 di antaranya USD10 juta atau lebih, dan sekitar 51 penjualan mencapai USD5 juta.

"Bandingkan dengan durasi waktu yang sama di musim dingin 2019-2020 di mana kami melihat 53 penjualan dengan volume USD321 juta. Satu penjualan USD20m, 22 penjualan sebesar USD10 juta dan 27 penjualan senilai USD5 juta atau lebih, "katanya.

Dalam 12 bulan penjualan rumah di semua kategori naik lebih dari dua kali lipat. Dengan pertumbuhan tertinggi di segmen harga USD10 juta plus plus. "Ada penjualan dalam empat atau lima bulan di atas USD10 juta, sedangkan ini biasanya hanya bisa didapat setahun," kata Dockray.

Dia percaya wabah telah mempercepat, bukannya memicu, segmen ultra kaya membeli rumah-rumah di pegunungan. "Kebanyakan mereka membayangkan bisa tinggal di sebuah rumah di atas gunung suatu hari nanti," katanya.

Sekarang, dengan kebijakan isolasi dan tren telekomunikasi, membuat mereka memikirkan gaya hidup baru. Jika mereka mampu, mereka akan membelinya. "Kemungkinan besar propertinya bergantung pada tempat tinggal utama mereka di New York atau Chicago," tambahnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini