Dompet Jebol saat Lebaran? Mungkin Ini Sebabnya

Rina Anggraeni, Jurnalis · Jum'at 14 Mei 2021 08:58 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 14 622 2410048 dompet-jebol-saat-lebaran-mungkin-ini-sebabnya-ijt7txS0yv.jpg THR agar tak boros (Foto: Okezone)

JAKARTA - Momentum Lebaran adalah waktu yang paling ditunggu oleh setiap umat muslim. Namun, saat itulah biasanya rezeki datang berlimpah, tapi juga habis dalam sekejap. Hal ini lantaran pengularan untuk segala kepentingan hari raya cenderung membengkak.

Menanggapi hal itu, Perancang Keuangan Eko Endarto mengatakan jebolnya kodnisi keuangan yang membuat boros dikarenakan maraknya tawaran diskon murah banyak yang kemudian tidak sadar telah membelanjakan uang yang tidak sedikit.

Baca juga: Ini Tips Keuangan bagi Milenial Jelang Lebaran, Jangan Lupakan Dana Darurat

" Ya kan ada moment diskon murah di online shop pengganti enggak mudik jadi masyarakat sangat tergiur dengan beragam diskon. Apalahi kalau sudah belanja tidak sadar akan pengeluaran yang telah dihabiskan," kata Eko saat dihubungi SINDOnews di Jakarta, Jumat (14/5/2021).

Nah berikut penyebab kondisi keuangan jebol saat lebaran :

1. Pemikiran lebaran yang harus punya barang baru

Momen lebaran identik dengan barang-barang baru seperti baju baru, sepatu baru, gadget baru hingga kendaraan baru. Mindset inilah yang harus dihilangkan dari pikiran kita. Bahwa untuk kembali ke fitri tidak perlu memakai segala sesuatu yang serba baru.

" Karena lapar mata tidak bisa menyesuaikan dengan isi dompet yang mungkin sudah direncanakan untuk kebutuhan tertentu," katanya

2. Pemberian uang THR

Memberikan uang tunjangan hari raya kepada sanak saudara merupakan tradisi masyarakat Indonesia. Apalagi bagi yang memiliki uang pas-pasan bisa membuat kondisi keuangan anda.

" Pemberian uang THR atau angpau juga menjadi penyebab dompet tekuras. Jadi harus ada perhitungan budget yang disesuaikan saat membagikan uang THR," tandasnya

3. Harga barang pokok naik saat lebaran

Sudah menjadi hal lumrah jika menjelamh lebaran Ramadan harga barang-barang kebutuhan pokok naik. Penyebabnya adalah tingginya permintaan di waktu yang bersamaan, sementara ketersediaan barang terbatas. Dampaknya, harga barang atau produk tersebut melonjak naik.

" Karena harga barang dan produk tersebut sudah pasti membuat Anda mengeluarkan dana lebih untuk memenuhi kebutuhan tersebut," bebernya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini