Sritex, Emiten Miliarder Lukminto Rambah Bisnis APD hingga Masker

Aditya Pratama, Jurnalis · Sabtu 15 Mei 2021 11:15 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 15 278 2410411 sritex-emiten-miliader-lukminto-rambah-bisnis-apd-hingga-masker-afNgy1G8T0.jpeg Waspada Virus Corona. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL) bakal memproduksi pakaian Alat Pelindung Diri (APD) dan masker kain. Rencana penambahan lini bisnis baru Sritex dijelaskan dalam laporan studi kelayakan penambahan usaha perusahaan

Dikutip dari keterbukaan informasi BEI, Sabtu (15/5/2021), rencana bisnis ini disampaikan oleh Kantor Jasa Penilai Publik Firman, Suryantoro, Sugeng, Suzy, Hartomo dan Rekan (KJPP FAST).

Baca Juga: Polemik Goodie Bag Bansos, Sritex Tegaskan Tidak Pernah Komunikasi dengan Gibran

Sebagai penilai independen, KJPP FAST diminta menyusun Laporan Studi Kelayakan atas Rencana Penambahan Usaha Industri Peralatan Untuk Pelindung Keselamatan (32904) dan Perdagangan Besar Alat Laboratorium, Farmasi Dan Kedokteran (46693), yaitu memproduksi pakaian alat pelindung diri (APD) dan masker kain.

Adapun tanggal penilaian (cut-off date) dari Studi Kelayakan dilakukan pada 31 Desember 2020, dengan maksud mengkaji kelayakan atas Rencana proyek, dilihat dari berbagai aspek yang relevan terkait rencana tersebut.

Baca Juga: Sritex Akan Terbitkan Obligasi Asing Rp3,15 Triliun

"Berdasarkan hasil analisis atas beberapa aspek relevan terhadap rencana proyek yang telah kami lakukan secara seksama, dapat disimpulkan bahwa Rencana Proyek akan memberikan kontribusi yang positif dan layak untuk dilaksanakan dengan syarat semua asumsi-asumsi yang ditetapkan dapat dipenuhi," bunyi laporan tersebut.

Sehubungan dengan perubahan kegiatan usaha, Perseroan telah memiliki tenaga kerja ahli yang dibutuhkan untuk mendukung operasional atas penambahan kegiatan usaha tersebut. Perseroan juga berkomitmen untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja yang kompeten di bidangnya terkait dengan kegiatan usaha baru tersebut.

Pertimbangan penambahan usaha industri ini dilatarbelakangi Pandemi Covid-19 yang terjadi di dunia sejak awal tahun 2020 sampai dengan saat ini, dimana kebutuhan barang-barang sanitasi serta Alat Pelindung Diri (APD) pun menjadi sangat tinggi sehingga menimbulkan kekurangan stok masker dan APD di Indonesia.

Sesuai dengan ketentuan dalam POJK 17/2020, Perubahan Kegiatan Usaha akan dimintakan persetujuan kepada pemegang saham Perseroan dalam RUPST Perseroan yang rencananya akan diselenggarakan pada Jumat (28/5/2021). Dalam mata acara RUPST terkait Perubahan Kegiatan Usaha akan terdapat pembahasan mengenai studi kelayakan tentang Perubahan Kegiatan Usaha Perseroan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini