Indeks Dolar AS Tergelincir karena Ancaman Inflasi Mereda

Sabtu 15 Mei 2021 08:35 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 15 320 2410373 indeks-dolar-as-tergelincir-karena-ancaman-inflasi-mereda-V9NJD9AmE8.jpg Dolar AS (Foto: Ilustrasi Shutterstock)

JAKARTA – Indeks dolar AS tergelincir terhadap sejumlah mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), setelah penjualan ritel AS secara tak terduga terhenti pada April dan ketika kekhawatiran tentang prospek percepatan inflasi mulai mereda.

Indeks dolar yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama saingannya turun tipis berada di level 90,317, dilansir dari Antara, Sabtu (15/5/2021).

Baca Juga: Ekspektasi Inflasi Meroket buat Dolar Terjatuh

Departemen Perdagangan mengatakan bahwa penjualan ritel tidak berubah pada April setelah melonjak 10,7% pada Maret, didorong oleh stimulus bantuan langsung tunai. Tetapi percepatan lain dalam penjualan ritel tampaknya mungkin terjadi dalam beberapa bulan mendatang karena ekonomi AS dibuka kembali dan warga Amerika menghabiskan tabungan yang telah mereka kumpulkan.

Sementara Fed telah berjanji untuk mempertahankan suku bunga rendah bahkan saat inflasi naik, beberapa di pasar bertaruh bahwa Fed akan dipaksa untuk bertindak lebih cepat dari yang diharapkan, membuat dolar lebih menarik.

Baca Juga: Yellen Minta Suku Bunga Naik, Indeks Dolar AS Menguat

Kombinasi dari data ekonomi yang lemah, laporan penggajian non-pertanian minggu lalu dan penjualan ritel pada Jumat (14/5/2021), dan bukti dari inflasi yang lebih kuat berarti bahwa dolar telah berjuang untuk membuat kemajuan besar, tulis Jonas Goltermann, ujar ekonom senior di Capital Economics.

"Prospek normalisasi kebijakan moneter tetap menjadi kunci. Risalah dari pertemuan FOMC April, yang dirilis pada Rabu (19/5/2021), dapat memberikan beberapa petunjuk lebih lanjut mengenai niat pembuat kebijakan dalam hal itu."

Euro termasuk di antara yang menguat terhadap dolar, naik 0,53% menjadi 1,214 dolar AS. Wall Street juga bangkit kembali pada Kamis (13/5/2021) dan Jumat (14/5/2021) setelah jatuh di awal pekan. Kembalinya selera risiko yang mendukung saham AS juga membantu mendukung euro.

Pound naik sekitar 0,80% minggu ini di tengah taruhan pemulihan ekonomi yang kuat di Inggris dan ekspektasi bahwa referendum kemerdekaan Skotlandia bisa menjadi jalan keluar.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini