Tukang Sate Tolak Pecahan Rp75.000, BI: Uang Itu Sah sebagai Alat Pembayaran

Tim Okezone, Jurnalis · Senin 17 Mei 2021 06:04 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 16 320 2410761 tukang-sate-tolak-pecahan-rp75-000-bi-uang-itu-sah-sebagai-alat-pembayaran-lAzwxNOrmi.jpeg Uang Pecahan Rp75.000 (Foto: Okezone)

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) menegaskan, uang pecahan Rp75.000 sah sebagai alat pembayaran di Indonesia. Uang pecahan Rp75.000 yang dicetak untuk memperingati Kemerdekaan Indonesia ke-75 juga bisa dikoleksi karena edisi khusus dan terbatas.

Penegasan BI ini setelah viralnya pedagang sate menolak dibayar pakai uang pecahan Rp75.000.

"Uang itu dicetak khusus sebagai peringatan kemerdekaan, bisa untuk koleksi tapi juga sah sebagai alat pembayaran," ujar Erwin kepada MNC Portal Indonesia.

Menurut Erwin, uang kertas pecahan Rp75.000 memiliki landasan hukum yaitu Undang-Undang (UU) Mata Uang. "Uang itu didesain, ditandatangani, dicetak dan diedarkan bersama oleh Pemerintah dan BI," kata dia.

belum lama ini viral di media sosial TikTok video seorang penjual sate yang menolak menerima uang kertas pecahan Rp75.000. Dalam video yang di-posting pemilik akun TikTok tasripin_007 itu, tampak seorang laki-laki yang wajahnya tidak terlihat menunjukkan uang pecahan Rp75.000, sementara di hadapannya terlihat penjual sate.

Laki-laki yang memegang uang menyebutkan, dia hendak membayar sate memakai uang Rp75.000 itu. Namun, penjual sate menolak menerima pembayaran dengan Uang Peringatan Kemerdekaan (UPK) 75 RI berwarna merah putih tersebut memiliki gambar tampak muka depan Soekarno-Hatta.

Baca Selengkapnya: Viral Pedagang Sate Tolak Dibayar Pakai Uang Rp75.000, BI Bereaksi

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini