Tak Ingin Kasus Antigen Bekas Terulang dan Dipecat, Ini Komitmen Direksi Baru KFD

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Senin 17 Mei 2021 07:56 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 17 320 2410976 tak-ingin-kasus-antigen-bekas-terulang-dan-dipecat-ini-komitmen-direksi-baru-kfd-RNFXo0aHK9.jpg Rapid Test Antigen (Foto: Okezone)

JAKARTA - Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama PT Kimia Farma Diagnostika (KFD) Agus Chandra akan membenahi sistem manajemen perusahaan yang dinahkodainya saat ini. Janji tersebut usai dirinya ditetapkan Menteri BUMN Erick Thohir sebagai Plt Dirut Kimia Farma Diagnostika.

Agus juga memastikan internal seluruh klinik dan laboratorium KFD di seluruh Indonesia sudah memenuhi dan menjalankan SOP. Menurutnya, tindakan penyegaran manajemen KFD adalah salah satu langkah perbaikan untuk meningkatkan kinerja perusahaan secara menyeluruh.

“Saya sebagai Pelaksana Tugas Dirut KFD diharapkan dapat meningkatkan kinerja dan citra KFD dalam memberikan layanan klinik dan laboratorium sesuai dengan SOP dan GCG,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (17/5/2021).

Baca Juga: Duet Agus Chandra-Abdul Aziz, Intip Profil Direksi Baru Kimia Farma Diagnostika 

Saat ini, klinik dan laboratorium KFD tengah mengalami model perbaikan. Diantaranya, pertama, restrukturisasi organisasi yang bertujuan untuk meningkatkan kinerja dan pelayanan. Kedua, penguatan sistem layanan dan supporting dengan mengedepankan aplikasi digital dan cashless.

Ketiga, pengawasan berupa inspeksi mendadak (sidak) dari pihak ketiga, seperti dinas kesehatan, aparat kepolisian, dan dinas lingkungan hidup, dinas kelautan, dan instansi lainnya. Keempat, sistem pengawasan internal (SPI) yang akan digelar ke seluruh wilayah Indonesia. Kelima, penempatan petugas pengawas mutu di setiap branch manager dan outlet KFD.

Agus menyebut, perbaikan sudah dilakukan sejak akhir April 2021. Misalnya, sidak dari instansi lain untuk memastikan praktik klinik dan laboratorium KFD sudah sesuai dengan SOP dan tidak melakukan pelanggaran.

Sementara itu, PT Kimia Farma Diagnostika atau KFD, anak usaha PT Kimia Farma Apotek akan melakukan pembenahan menyeluruh dengan memastikan seluruh laboratorium dan klinik perusahaan di seluruh Indonesia sesuai dengan Standard Operating Procedure (SOP). Upaya tersebut menyusul permintaan Menteri BUMN Erick Thohir.

Direktur Utama PT Kimia Farma Apotek, Nurtjahjo Walujo Wibowo mengatakan, KFD akan bersungguh-sungguh membenahi diri demi kinerja perusahaan yang lebih baik sehingga dapat memberikan layanan profesional dan berkualitas bagi masyarakat,

"Kami memastikan bahwa seluruh laboratorium dan klinik KFD di seluruh Indonesia telah menjalankan SOP yang berlaku. Bahkan, KFD bersinergi dengan stakeholder terkait untuk pembenahan secara menyeluruh,” ujar Nurtjahjo.

Komitmen itu disampaikan menyusul pergantian direksi KFD melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 11 Mei 2021. Nurtjahjo menegaskan bahwa KFD telah memastikan terlaksanakannya SOP yang sudah ada setelah melakukan cross check antara Kimia Farma Apotek dan Kimia Farma Diagnostika.

“Kami berkomitmen untuk memberikan layanan berkualitas kepada pelanggan dan kami tidak memberikan toleransi terhadap tindakan yang tidak sesuai dengan GCG dan core value BUMN, yaitu Akhlak (Amanah, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif),” tuturnya.

Berdasarkan arahan dan keputusan dari pemegang saham, Kimia Farma Diagnostika menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Selasa (11/5/2021). RUPSLB itu memutuskan untuk memberhentikan Direktur Utama KFD Adil Fadilah Bulqini dan Direktur KFD I Wayan Budhi Artawan.

RUPSLB itu dihadiri oleh Pemegang Saham mayoritas yang diwakili oleh manajemen Kimia Farma Apotek. Mereka adalah Direktur Utama, Nurtjahjo Walujo Wibowo, Direktur Keuangan dan SDM, Agus Chandra, Direktur Operasional, Abdul Azis, Direktur Pengembangan Bisnis, Muhardiman.

RUPSLB juga dihadiri pemegang saham minoritas, yaitu Yayasan Kesejahteraan Keluarga Kimia Farma (YKKKF). Selain memberhentikan Direksi KFD, RUPSLB juga menyepakati untuk mengangkat Agus Chandra sebagai Plt. Direktur Utama KFD dan Abdul Azis sebagai Plt. Direktur. Perubahan direksi ini bertujuan untuk membangun kembali kepercayaan publik atas citra dan persepsi positif Kimia Farma.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini