Teten Masduki Prihatin, UMKM Kesulitan Akses Pembiayaan hingga Izin Edar BPOM

Michelle Natalia, Jurnalis · Senin 17 Mei 2021 10:45 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 17 320 2411036 teten-masduki-prihatin-umkm-kesulitan-akses-pembiayaan-hingga-izin-edar-bpom-7dDy2VMW7b.jpg Teten Masduki (Foto: Dok Kemenkop UKM)

JAKARTA - Menteri Koperasi dan UKM (MenKop UKM) Teten Masduki buka-bukaan nasib UMKM di tengah pandemi Covid-19. Meski sudah dibantu pemerintah dengan berbagai stimulus, namun masih ada UMKM yang sulit bertahan karena kesulitan mengakses pembiayaan.

"Masih banyak usaha mikro yang belum bisa mengakses pembiayaan formal. Kita usahakan akses pembiayaan kredit perbankan ditingkatkan. Alhamdulillah Presiden Joko Widodo setuju, hingga 2024 porsi perbankan untuk UMKM bisa lebih dari 30%," jelas Teten dalam acara halal bihalal online yang dihadiri oleh keluarga besar KemenKop UKM di Jakarta, Senin (17/5/2021).

Baca Juga: BLT UMKM 2021 Sudah Cair Lagi untuk 9,8 Juta Penerima 

Beberapa target, kata dia, sudah dilampaui. Teten mengucapkan puji syukur bahwa sebelumnya prediksi UMKM terutama yang mikro yang diprediksi 50% dari mereka akan tutup usaha.

"Dan dengan berbagai insentif dari pemerintah baik dari sisi hulu dan hilirnya, data BPS menunjukkan relatif kecil yang gulung tikar," tambahnya.

Dia juga mengatakan bahwa dirinya ingin mendorong KUR, yang sekarang dinilai masih belum cukup untuk mendorong usaha kecil naik kelas.

"Para pelaku UMKM kita juga masih kesulitan mendapatkan izin edar dari BPOM. Ini paling negatif dan harus kita kejar kemudahan untuk izin edar. Jadi kita akan susun standar khusus bagi produk UMKM untuk diajukan ke BPOM agar ada kemudahan," kata Teten.

Target dia saat ini adalah untuk mendorong transformasi yang diharapkan melahirkan UMKM yang semakin maju, berdaya saing, dan kapasitas mereka berkembang.

"Usaha kecil dan menengah hampir kosong porsinya, makin berkurang yang mengakses pembiayaan ke perbankan. Ini berbahaya karena tidak produktif. Ini akan menjadi handicap bagi kita untuk mendorong kita masuk sebagai negara maju," imbuh Teten.

Dia menyebutkan, kapasitas usaha mereka tidak berkembang, produk mereka tidak punya daya saing. Dua isu ini yang perlu disikapi bersama-sama

Selain itu, Teten menambahkan bahwa realisasi belanja harus terus didorong. Meskipun demikian, jika dilihat penyerapan regulernya, anggaran reguler dikurangi anggaran banpres produktif usaha mikro, sampai bulan Mei masih tercatat 26,97%.

"Kalau kita lihat, target kita sampai akhir Mei harusnya 26,97% tapi realisasinya baru 18,08%. Ini masih jauh dari target dan harus kita capai. Penyerapan anggaran sangat dibutuhkan untuk pemulihan ekonomi nasional," pungkasnya.

Sementara itu, Teten berpesan agar semua pihak saling menguatkan dan bahu membahu agar Indonesia bisa keluar dari pandemi Covid-19 yang telah menimbulkan dampak besar di kesehatan dan ekonomi.

"Dalam halal bihalal ini, saya ingin mengucapkan terima kasih banyak kepada bapak ibu sekalian yang sudah bekerja keras selama setahun kemarin, selama pandemi Covid-19," ucap Teten.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini