Larangan Mudik, Pengamat: Kebijakan Sudah Tepat tapi Terlalu Dekat

Shelma Rachmahyanti, Jurnalis · Senin 17 Mei 2021 14:14 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 17 320 2411165 larangan-mudik-pengamat-kebijakan-sudah-tepat-tapi-terlalu-dekat-6q2Ikx7bP9.jpg Mudik Dilarang (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Peningkatan kasus Covid-19 tentu cukup mengkhawatirkan khususnya bagi mereka yang tetap mudik ke kampung halaman. Antisipasi lonjakan kasus positif pun perlu dilakukan, salah satunya yakni melalui kebijakan larangan mudik.

Pengamat kebijakan publik Wijayanto Samirin menilai, kebijakan larangan mudik di tahun ini merupakan tindakan tepat yang dilakukan pemerintah. Akan tetapi, kebijakan larangan mudik di tahun ini memberikan tantangan lebih berat dibandingkan dengan tahun 2020 kemarin.

“Situasi sekarang agak lain, ada indikasi masyarakat kita mulai compration ya karena tertekan dalam waktu yang lama. Mereka menjadi melihat mudik atau bepergian itu merupakan kebutuhan yang sangat mendesak. Sehingga, tentu tantangannya justru lebih berat daripada tahun lalu,” ujarnya dalam acara Market Review IDX Channel, Senin (17/5/2021).

Kemudian, Wijayanto mengatakan, jarak tanggal sejak pengumuman larangan mudik dengan tanggal kebijakan tersebut direalisasikan itu terlalu dekat. Sehingga, ia menganggap hal tersebut sulit untuk diterima dengan cepat oleh masyarakat.

“Kita lihat satu hal yang paling sederhana, dari sejak tanggal diumumkan dengan tanggal diberlakukan kebijakan larangan mudik itu terlalu dekat. Sehingga, ini tidak memberi kesempatan kepada masyarakat untuk merespons. Tidak memberi kesempatan kepada Pemda dan instansi terkait untuk melakukan persiapan,” kata dia.

Baca Juga: 2.100 Penumpang Kereta Diprediksi 'Serbu' di Stasiun Gambir dan Pasar Senen

Oleh karena itu, pada pelaksanaan kebijakan itu banyak terdapat kekurangan di lapangan. Menurut Wijayanto, idealnya pemerintah bisa mengeluarkan kebijakan larangan mudik tersebut empat sampai lima bulan sebelum.

“Jadi satu hari event seminggu atau sebulan saya rasa tidak cukup. Mereka (masyarakat) itu bukan mahasiswa satu kelas yang dengan mudah kita umumkan ‘minggu depan libur tidak usah masuk’, misalnya. Dari sisi time frame saja ini menurut saya tidak tepat begitu ya,” ucap dia.

Baca Juga: 2,6 Juta Warga Tinggalkan Jakarta saat Larangan Mudik Lebaran

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini