Sri Mulyani Ungkap Besarnya Biaya Kereta Cepat Jakarta-Bandung

Rina Anggraeni, Jurnalis · Selasa 18 Mei 2021 20:48 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 18 320 2411976 sri-mulyani-ungkap-besarnya-biaya-kereta-cepat-jakarta-bandung-Pl3lsoKWEs.jpg Menteri Keuangan Sri Mulyani. (Foto: Okezone.com/Instagram Sri Mulyani)

JAKARTA – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengungkapkan besaran biaya pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung. Proyek yang dikerjakan PT Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC) sebesar USD6 miliar.

"Ada 13 tunnel (terowongan) yang akan dibangun sepanjang 16.672 meter. Proyek ini diharapkan selesai akhir tahun 2022," kata Sri Mulyani dalam akun instagram di Jakarta, Selasa (18/5/2021).

Baca Juga: Biaya Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Bengkak 20%, Tambahannya dari Mana?

Lanjutnya, tim manajemen Indonesia akan melakukan alih teknologi dan manajemen proyek dan manajemen operasi Kereta Cepat tersebut. Bekerja dan sambil menguasai ilmu dan teknologi.

"Kita berharap tim manajemen KCIC memiliki profesionalisme, integritas dan kompetensi untuk dapat membangun proyek infrastruktur Kereta Cepat secara efisien, aman, tepat waktu, tepat kualitas dan tepat biaya," bebernya.

Baca Juga: Menko Luhut Targetkan Penambahan Jalur Kereta Cepat Rampung 2022

Saat ini, teknologi untuk membuat terowongan jalur Kereta Cepat Jakart Bandung. Tunnel 1 -lokasi Halim Perdanakusuma dengan Diameter (TBM) 13,19 meter, lalu panjang (TBM) mencapai 103,5 meter dan berat mesin sebesar 2.600 Ton

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo menargetkan pada awal tahun 2022 pengerjaan proyek ini sudah masuk ke tahap persiapan untuk operasi. “Diharapkan nanti di akhir tahun 2022 Kereta Cepat Jakarta – Bandung sudah bisa diujicobakan dan tentu saja setelah uji coba langsung masuk ke operasi, ke operasional,” ujarnya.

Saat beroperasi nanti, kereta cepat ini diharapkan dapat terintegrasi dengan moda transportasi yang ada di Jakarta, seperti LRT (Light Rail Transit) dan MRT (Mass Rapid Transit).

“Sehingga ada sebuah efisiensi waktu (dan) kecepatan. Kita harapkan ini menjadi sebuah daya saing, menjadi competitiveness bagi negara kita untuk bersaing dengan negara-negara lain,” ujar Presiden.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini