Objek Vital Nasional, Jalan Dekat Kilang Balongan Perlu Ditutup Pasca-Kebakaran

Agregasi Sindonews.com, Jurnalis · Minggu 23 Mei 2021 08:22 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 23 320 2414172 objek-vital-nasional-jalan-dekat-kilang-balongan-perlu-ditutup-pasca-kebakaran-5wdLFdWMCp.jpg Kilang Pertamina Balongan Kebakaran (Foto: Okezone)

JAKARTA - Kebakaran Kilang Pertamina Refinery Unit (RU) IV Balongan yang merenggut korban jiwa sebanyak empat orang pada Maret lalu dinilai tidak melulu tanggung jawab Pertamina. Namun Pemerintah daerah (pemda) setempat dinilai ikut bertanggung jawab.

Hal itu ditegaskan Direktur Pusat Kebijakan Publik (Puskepi) Sofyano Zakaria terkait kondisi seputar penyebab meninggalnya para korban. Sofyano mengatakan, keempat korban tewas itu merupakan pengguna jalan yang kebetulan melintas saat kejadian. Keempat korban itu menderita luka bakar serius dan sempat dirujuk ke Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP), sebelum akhirnya dikabarkan tewas.

"Kejadian fatal yang menimbulkan korban jiwa itu seharusnya tidak terjadi, jika pemda menjalankan perannya yaitu menutup jalan raya yang jaraknya terlalu dekat dengan Kilang Balongan. Sebab, pada tahun 1993 Pertamina sebenarnya sudah membangun jalan baru yang jaraknya lebih aman dari objek vital kilang milik Pertamina itu," ujarnya di Jakarta, Sabtu (22/5/2021).

Baca Juga: Investigasi Penyebab Kilang Balongan Terbakar, Pertamina: Sesuai Fakta

Pemerintah daerah, kata dia, harusnya merealisasikan pemindahan lalu lintas ke jalan raya yang lebih aman setelah jalan baru dibangun oleh Pertamina. Namun, kenyataannya jalan yang lama belum juga ditutup oleh pemda sampai sekarang. Padahal, tegas dia, bagaimanapun Kilang Balongan adalah objek vital yang harus dilindungi.

"Empat korban meninggal itu adalah pemakai jalan. Kalau jalan ditutup kan enggak akan ada korban. Jadi siapa yang bertanggung jawab atas korban? Pertamina atau pemda yang tetap membiarkan jalan tersebut masih digunakan sampai sekarang?" ujarnya.

Bupati Indramayu dan juga gubernur Jawa Barat menurutnya harus turun langsung ke lapangan untuk menutup jalan lama yang berada terlalu dekat dengan kilang itu. Kemudian, memfungsikan jalan yang sudah dibangun Pertamina sebagai pengganti jalan yang ada. "Pemda harusnya lakukan hal ini, kalau perlu Mendagri juga ikut turun tangan," cetusnya.

Baca Juga: Pasca-Kebakaran Kilang Balongan, Warga Diminta Lapor Jika Ganti Rugi Belum Diberikan

Sebelumnya, Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati mengakui bahwa lokasi tangki minyak di Kilang Balongan, Indramayu, terlalu dekat dengan jalan raya. "Kami keliling di sana, memang itu di samping kilang kami adalah jalan raya, dan kecelakaan terjadi untuk orang yang melintas," ujar Nicke.

Saat ini, lanjutnya, aparat hukum tengah melakukan investigasi atas insiden tersebut. Namun, ia menyatakan bahwa perusahaan mengambil pelajaran dari kebakaran tersebut, yakni dibutuhkan zona penyangga (buffer zone) antara kilang dengan area publik. "Jadi, lesson learn-nya adalah kami sekarang memprioritaskan pembangunan area untuk buffer zone," ujarnya

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini