Ditawarkan Pensiun Dini, Begini Reaksi Serikat Karyawan Garuda Indonesia

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Jum'at 28 Mei 2021 09:20 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 28 320 2416565 ditawarkan-pensiun-dini-begini-reaksi-serikat-karyawan-garuda-indonesia-Hb7lw1IDGu.jpg Garuda Indonesia (Foto: Okezone)

JAKARTA - Serikat Karyawan Garuda Indonesia (Sekarga) buka suara soal kebijakan manajemen PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) yang menawarkan pensiun dini dan memangkas setengah jumlah armada utamanya

Ketua Harian Serikat Karyawan Garuda Indonesia, Tomy Tampatty menyebut, ada sejumlah poin yang akan disampaikan Sekarga kepada pelanggan maskapai penerbangan pelat merah itu. Salah satunya, menjamin bahwa operasional dan pelayanan Garuda akan tetap berjalan baik.

Baca Juga: Tawarkan Karyawan Pensiun Dini, Ternyata Begini Keuangan Garuda 

Poin-poin Sekarga akan disampaikan dalam konferensi pers yang nantinya dilaksanakan pada Jumat siang nanti.

"Ada beberapa hal, tapi yang terutama itu kami akan sampaikan kepada semua pelanggan Garuda bahwa kami itu tetap solid di dalam untuk memberikan pelayanan terhadap semua pelanggan Garuda," ujar Tomy saat dihubungi MNC Portal Indonesia, Jumat (28/5/2021).

Baca Juga: Garuda-Sriwijaya Tumbang! Lion Air Buka Lowongan Kerja Jadi Pramugari, Lulusan SMA Bisa Daftar 

Tomy menilai program pensiun dini yang ditawarkan manajemen adalah keputusan yang sepihak. Di mana, serikat pekerja tidak diikutsertakan dalam perundingan sebelum kebijakan disampaikan manajemen.

Dialog antara karyawan dan manajemen pun berlangsung setelah Sekarga mengirimkan surat keberatan. Tawaran pensiun dini bagi karyawan menjadi salah satu skema Garuda untuk menekan kinerja keuangannya yang kian memburuk.

Dalam catatan MNC Portal Indonesia, emiten dengan kode GIAA itu terakhir kali menyampaikan laporan keuangan di kuartal III-2020. Sepanjang Januari-September tahun lalu, perseroan membukukan pendapatan usaha 1,14 miliar dolar AS atau setara Rp16 triliun turun 68 persen dibandingkan periode yang sama 2019 yang mencapai 3,54 miliar dolar AS.

Penurunan pendapatan terjadi pada penumpang dan kargo. Pendapatan dari penumpang turun 71 persen menjadi 736 juta dolar AS dan kargo turun 26 persen menjadi 180 juta dolar AS. Pendapatan Garuda dari penerbangan charter naik hampir 4 kali lipat menjadi 47 juta dolar AS. Sementara dari haji turun 100 persen alias 0 dari sebelumnya 294 juta dolar AS.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini