Anindya: Kadin dan Pemerintah Harus Selaras demi Indonesia Emas 2045

Ferdi Rantung, Jurnalis · Jum'at 28 Mei 2021 22:50 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 28 320 2417038 anindya-kadin-dan-pemerintah-harus-selaras-demi-indonesia-emas-2045-5arSA8Dtqr.jpg Anindya Bakrie (Foto: Kadin)

JAKARTA - Presiden Direktur PT Bakrie & Brothers Tbk Anindya Bakrie maju menjadi Calon Ketum Kadin Periode 2021-2026. Dia mengaku mencalonkan diri karena adanya panggilan untuk membantu pemerintah di tengah pandemi. Selain itu, Anin sapaan akrabnya, ingin mewujudkan visi misi pemerintah dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045.

"Ada suatu panggilan untuk membantu pemerintah . Kami tidak lagi bicara soal visi misi kami, tapi visi misi kami dan kadin harus selaras dengan pemerintah dimana 2045 menjadi Indonesia Emas," Kata Anin dalam sambutannya di acara Silaturahim Nasional Kadin Indonesia yang digelar di Hotel Four Season Jakarta, Jumat, (28/5/2021).

Baca Juga: Dikunjungi Caketum Kadin Anindya Bakrie, Hary Tanoesoedibjo: Bangun Kesejahteraan UMKM

Dia mengatakan bahwa Selama dua bulan ini dirinya bersilaturahmi ke seluruh Indonesia. Ia melihat banyak tantangan yang dihadapi di tengah pandemi, namun ada juga peluang yang bisa digapai.

"Meskipun ini adalah rutinitas selama 15 tahun terakhir, saya merasa banyak tantangan yang dihadapi tapi juga melihat peluang yang bisa diraih," ujarnya.

Baca Juga: Maju Jadi Caketum Kadin, Hary Tanoe: Track Record Organisasi Anindya Bakrie Mumpuni

Dalam Munas nanti, Anin akan menyampaikan program kerja yang Ia namai Pro Kadin. Ia menjelaskan, Pro maksudnya adalah profesional karena Kadin musti profesional.

Kemudian untuk K-nya yang pertama adalah Kelembagaan.Kelembagaan dan SDM yang kuat. Kadin mempunyai fungsi dan peran yang diatur Undang-undang nomer 1 tahun 1987.

"Untuk menjadi mitra strategis pemerintah, kelembagaan yang mensupport adalah suatu hal yang hakiki dan inilah yang akan kami perjuangkan," ucapnya.

Dia memaparkan, pengertian huruf A -nya adalah agrikultur untuk ketahanan pangan. Ketahanan pangan ini merupakan ketahanan awal dan mudah-mudahan mengeluarkan suatu industri.

"Lalu D adalah Daerah. Daerah dan UMKM yang modern. Sedangkan I adalah Industrialisasi. Dalam hal ini, Industrialisasi yang berorientasi pada konektivitas infrastruktur dan juga bisa ekspor," ucapnya.

Terakhir, N adalah normalisasi kehidupan kemandirian nasional dan kesehatan. "Program ini sederhana, semoga di Munas menjadi pokok pikiran dan syukur syukur jadi kesimpulan," jelasnya.

Dirinya berharap dalam Munas bisa berjalan dengan baik. Menurutnya, Munas ini merupakan musyawarah yang bisa mempersatukan.

"Marilah kita buat Munas kali ini sejuk, teduh, harmonis, dan mempersatukan kita semua," tandasnya

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini