Perbedaan Pekerja Keras dan Workaholic, Kenali Ciri-Cirinya

Fariza Rizky Ananda, Jurnalis · Minggu 30 Mei 2021 19:15 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 30 455 2417454 perbedaan-pekerja-keras-dan-workaholic-kenali-ciri-cirinya-ZmhhgrII3c.jpg Karyawan (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Persaingan dunia kerja yang semakin ketat memaksa para pekerja untuk selalu meningkatkan produktivitas dan kemampuannya. Semua orang harus bisa bertahan demi mendapatkan penghasilan untuk menghidupi diri dan keluarga.

Implikasinya adalah semakin banyak pekerja menjadi workaholic atau kecanduan bekerja yang menghabiskan seluruh waktunya demi bekerja untuk perusahaan. Padahal, hal tersebut tidak bagus bagi kesehatan, baik fisik maupun mental.

Baca Juga: Cemas Sebelum Interview Kerja? Lakukan Tips Berikut

Kendati demikian, masih banyak pula pekerja yang menyisihkan waktu untuk menikmati kehidupan di luar pekerjaannya, namun dia juga tetap bekerja keras dengan baik dan giat. Pekerja seperti itu adalah tipe pekerja keras.

Melansir akun Instagram Kementerian Ketenagakerjaan @kemnaker, Minggu (30/5/2021), berikut ciri-ciri dan perbedaan antara pekerja yang workaholic dan pekerja keras yang tidak sampai kecanduan kerja.

Baca Juga: Jangan Minder IPK Kecil, Simak Tips Berikut agar Lolos Wawancara Kerja

Para workaholic biasanya merasa terpaksa untuk bekerja. Dia tidak merasa menikmati pekerjaannya, dan biasanya bekerja tidak sesuai passion atau kemampuannya.

Di lain sisi, workaholic juga terlalu serius dalam bekerja sehingga tidak memikirkan apapun selain pekerjaannya, bahkan dia menghabiskan waktu luangnya dengan tetap bekerja atau memikirkan kerjaan.

Workaholic cenderung sangat ambisius untuk mencapai target. Kalau targetnya tidak tercapai, dia bisa stres dan terus menyalahkan diri sendiri bahkan rekan-rekan kerjanya.

Selain itu, ketika sering diberi pekerjaan tambahan di luar kewajiban, workaholic tidak pernah menolak, bahkan meminta tugas tambahan di luar pekerjaannya.

Sedangkan para pekerja keras biasanya menyukai apa yang dia dikerjakan, dan menikmati pekerjaannya karena memilih sesuai minat, bakat, dan kemampuannya.

Para pekerja keras juga memiliki work-life balance dan kehidupan pribadinya tak terbengkalai. Dia tetap memiliki waktu untuk melakukan hobi dan meluangkan waktu untuk berkumpul dengan keluarga.

Pekerja yang tidak kecanduan kerja juga tahu kapan waktunya menolak pekerjaan dengan sopan, apalagi ketika pekerjaannya di luar tanggung jawab dan melebihi waktu kerja. Ketika bekerja, dia juga tidak mau diganggu agar kerjaan bisa segera tuntas dan hasilnya maksimal.

Berbeda dengan workaholic, pekerja keras selalu berusaha memperbaiki diri jika target belum tercapai, bukan menyalahkan diri sendiri atau rekan kerjanya dan malah stres sendiri sehingga kesehatan mentalnya terancam.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini