Sengketa Impor Daging Ayam RI Vs Brasil Masuk Banding, Ini Kronologinya

Advenia Elisabeth, Jurnalis · Senin 31 Mei 2021 14:10 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 31 320 2417944 sengketa-impor-daging-ayam-ri-vs-brasil-masuk-banding-ini-kronologinya-3VDhoDR0cZ.jpg Ilustrasi (Okezone)

JAKARTA - Kasus sengketa antara Indonesia dengan Brazil terkait impor daging ayam Brazil sudah memasuki proses banding.

Proses tersebut diawali dengan proses konsultasi diakhir tahun 2014. Kemudian bergulir pada tahapan panel awal kurang lebih kuartal terakhir di tahun 2018.

Dirjen PPI Kementerian Perdagangan, Djatmoko Bris Witjaksono menyebut Desember 2014 secara resmi kasus sengketa ayam sudah melewati tahap konsultasi. Lanjutnya, panel dibentuk di triwulan pertama tahun 2016 dan permintaan pembentukan panelnya di kuartal terakhir 2015.

Kemudian kata dia, panel dibentuk pada awal kuartal di tahun 2015 dengan proses panjang. Setalah tahapan panel original yang makan waktu 2 tahun, kedua belah pihak sepakat untuk masuk ke tahapan panel kepatuhan.

Baca Juga: Perjanjian RCEP Dimulai 1 Januari 2022, Kemendag Rangkul Pengusaha

Panel kepatuhan ini digunakan untuk melihat sejauh mana para pihak menindaklanjuti keputusan atau rekomendasi dari panel original. Dari 2 hasil proses panel tersebut, di awal tahun 2015 Brazil berposisi sebagai penggugat. Indonesia dikenai tuduhan 7 gugatan yang disampaikan oleh pihak Brazil. Seiring berjalannya waktu proses panel, panel memutuskan bahwa Indonesia masih ada 2 hal yang dianggap belum sesuai dengan ketentuan WTO.

Witjaksono menegaskan bahwa Indonesia sudah melakukan sesuai dengan ketentuan yang berlaku di WTO. Sementara dari pihak Brazil beranggapan sebaliknya. Bahwa izin peredaran di Indonesia dalam konteks pemasukan unggas atau ayam dianggap tidak konsisten dengan ketentuan WTO.

Baca Juga: RI Targetkan 4 Perjanjian Dagang Rampung Tahun Ini

"Indonesia dalam hal ini sebenaranya juga sangat fleksibel untuk membuka pintu dalam proses konsultasi dengan pihak Brazil untuk mencari solusi.Dan Indonesia sebenarnya sudah melakukan langkah dalam mencari solusi ini meskipun ada satu langkah yang secara hukum bisa ditempuh oleh semua pihak untuk mencapai solusi akhir yaitu masuk ke tahap banding," tuturnya dalam Konferensi Pers secara virtual, Senin (31/5/2021).

Sebagai informasi, WTO merupakan satu-satunya lembaga perdagangan dunia yang memiliki suatu mekanisme penyelesaian sengketa yang sejauh ini dianggap paling efektif. Artinya, semua anggota WTO memiliki hak untuk menggunakan jalur penyelesaian sengketa, namun hasilnya tergantung dari proses litigasi di WTO.

Terkait pemberitaan bahwa Indonesia sudah kalah di WTO, hal tersebut di pungkas oleh Witjaksono. Ia menilai Indonesia sudah melakukan hal-hal yang sesuai dengan WTO. Dalam kasus sengketa ini, pemerintah tidak membuat itensi untuk merubah kebijakan sampai kasus ini benar-benar selesai.

"Pemerintah tetap akan menerapkan kebijakan yang sudah ada untuk di laksanakan. Kita akan menunggu hasilnya seperti apa. Yang terpenting kita akan melakukan secara maksimal untuk melakukan pembelaan substansi dari kasus sengketa ini," tutupnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini