Stimulus Fiskal Penting tapi Cek Kesehatan APBN Ya

Hafid Fuad, Jurnalis · Minggu 06 Juni 2021 15:12 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 06 320 2420960 dpr-soroti-insentif-kartu-prakerja-ada-apa-cDyvT8Gjyl.jpg Prakerja (Foto: Okezone)

Dia menilai rancangan RAPBN tahun 2022 nanti sangat penting sebagai kunci keberlanjutan pemulihan.Target pertumbuhan ekonomi tahun 2022 sangat krusial dalam menjaga keberlanjutan pemulihan jangka menengah maupun jangka panjang, sekaligus untuk mendorong upaya keluar dari middle income trap.

"Untuk itu harus diikuti dengan strategi-strategi yang dapat terimplementasi dengan baik di lapangan," ujarnya.

Sebagai informasi, pemerintah mengusulkan kisaran indikator ekonomi makro yang digunakan sebagai dasar penyusunan RAPBN tahun 2022, antara lain pada 5,2–5,8 persen untuk pertumbuhan ekonomi, inflasi pada 2,0 - 4,0 persen, tingkat suku bunga SBN 10 tahun pada 6,32–7,27 persen, nilai tukar rupiah pada Rp13.900–Rp15.000/USD, harga minyak mentah pada USD 55–65 /barel, lifting minyak bumi pada 686–726 ribu barel per hari, dan lifting gas bumi pada 1.031–1.103 ribu barel setara minyak per hari.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini