Siap-Siap! RI Bakal 'Kebanjiran' Wirausaha Baru dari Bisnis Pertashop

Taufik Fajar, Jurnalis · Senin 07 Juni 2021 19:00 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 07 455 2421524 siap-siap-ri-bakal-kebanjiran-wirausaha-baru-dari-bisnis-pertashop-tIk7VG09Yp.jpg Inspirasi Usaha (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Pembangunan 1.000 unit Pertamina Shop (Pertashop) di Pondok Pesantren akan menciptakan wirausaha baru, peluang usaha, dan pemerataan ekonomi.

Ketua Dewan Penyantun Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Arsjad Rasjid mengatakan, keberadaan Pertashop akan menghidupkan perekonomian masyarakat setempat, juga menciptakan kemandirian ekonomi umat.

“Saatnya kebangkitan ekonomi umat dimulai dari pesantren. Pembangunan 1.000 unit Pertashop adalah program inklusif yang berdampak positif bagi penguatan ekonomi, kemandirian ekonomi umat, dan peluang bagi Pondok Pesantren untuk mandiri. Keberadaan Pertashop juga akan mendorong lahirnya wirausahawan baru dari Pondok Pesantren,” kata Arsjad di Jakarta, Senin (7/6/2021).

Baca Juga: Gandeng MES, Erick Thohir Ingin Pertamina Bangun 3.000 Pertashop 

Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Bidang Pengembangan Pengusaha Nasional tersebutmengungkapkan bahwa Masyarakat Ekonomi Syariah, Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), BPH Migas, PT Pertamina (Persero), dan PT Bank Syariah Indonesia Tbk akan bersinergi untuk membangun 1.000 unit Pertashop di jaringan pesantren Masyarakat Ekonomi Syariah.

“Pembangunan Pertashop makin memperluas distribusi bahan bakar minyak di negeri ini. Apalagi saat ini baru sekitar 1.670 unit Pertashop yang ada di Indonesia,” katanya.

Arsjad yang mencalonkan diri sebagai Ketua Umum Kadin Indonesia periode 2021-2026 itu mengungkapkan, dari sisi permodalan Masyarakat Ekonomi Syariah bersinergi dengan PT Bank Syariah Indonesia Tbk dalam penyaluran kredit usaha rakyat (KUR), pembiayaan investasi, dan fasilitas perbankan lainnya.

“Kami mengapresiasi inisiasi BPH Migas yang berkolaborasi dengan Kementerian BUMN, Pertamina, dan Bank Syariah Indonesia untuk membangun Pertashop di berbagai pesantren. Inisiatif yang luar biasa. Pertashop tidak hanya menjual BBM, tapi juga elpiji, pelumas, dan produk-produk Pertamina lainnya," ujarnya.

Menurut Arsjad, pada masa pandemi Covid-19 saat ini, terdapat dua isu yang harus diselesaikan secara bergotong-royong, yaitu pemerataan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja. Pertashop, katanya, menjadi salah satu langkah konkret untuk mewujudkan pemerataan ekonomi dan pembukaan lapangan kerja.

“Pembukaan Pertashop bakal menciptakan pelaku usaha baru dan sekaligus memperkokoh ekonomi umat. Pertashop juga akan menjadi motor penggerak perekonomian masyarakat, khususnya di lingkungan Pondok Pesantren,” ujarnya.

Sebelumnya, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang juga Ketua Umum Masyarakat Ekonomi Syariah Erick Thohir mengungkapkan pentingnya menggerakkan ekonomi umat pada era pandemi Covid-19. Dia mengatakan dari target pembangunan 10.000 unit Pertashop, 1.000 unit diarahkan untuk digarap pesantren.

“Pandemi mengajarkan kebersamaan. Di saat ekonomi masyarakat terganggu, pemerintah wajib menggerakkan korporasi untuk menjadi lokomotif keseimbangan ekonomi dan katalisator pemberdayaan ekonomi masyarakat,” katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini