PP Presisi Bagi-Bagi Dividen Rp11,7 Miliar

Rabu 09 Juni 2021 18:37 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 09 278 2422646 pp-presisi-bagi-bagi-dividen-rp11-7-miliar-gEv28DG5sZ.jpg Indeks Harga Saham Gabungan (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - PT PP Presisi Tbk membagikan dividen tunai sebesar Rp11,7 miliar atau 20% dari laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp58,6 miliar, di tengah krisis pandemi COVID-19 yang belum reda.

“Setiap pemegang saham akan menerima dividen tunai sejumlah Rp1,15 per saham, walaupun jumlah dividen yang dibagikan mengalami penurunan dari tahun lalu. Kami tetap akan membagikan dividen tunai di tengah situasi pandemi, sebagai wujud komitmen kami untuk meningkatkan shareholders value”, kata Direktur Keuangan PT PP Presisi Benny Pidakso dilansir dari Antara, Rabu (9/6/2021).

Baca Juga: Pendapatan PP Presisi Naik 39% Jadi Rp867 Miliar di Kuartal I-2019

Saat menyampaikan hasil RUPS Tahunan PT PP Presisi Tbk, dia mengatakan setelah dipotong sebesar 5% atau sebesar Rp2,9 miliar sebagai cadangan wajib, sejumlah Rp43,9 miliar atau sebesar 75% dialokasikan sebagai saldo laba ditahan untuk memperkuat struktur permodalan yang sangat diperlukan di tengah krisis pandemi COVID-19 ini.

Selain memutuskan pembagian dividen tunai, RUPS Perseroan juga menetapkan beberapa keputusan lainnya, antara lain menyetujui perubahan susunan Dewan Komisaris dan Direksi terhitung sejak ditutupnya RUPS ini, untuk masa jabatan 5 tahun, yaitu:

Baca Juga: PP Presisi Raup Kontrak Baru Rp5,2 Triliun, Ini Rinciannya

Dewan Komisaris

Komisaris Utama : Yul Ari Pramuraharjo

Komisaris : Muhammad Toha Fauzi

Komisaris Independen : Letjend (Purn) Sumardi

Komisaris Independen : Indra Jaya Rajagukguk

Direksi

Direktur Utama : Rully Noviandar

Direktur : Benny Pidakso

Direktur : M. Wira Zukhrial

Direktur : Muhammad Darwis Hamzah

Direktur Utama PT PP Presisi Tbk Rully Noviandar mengatakan berkat strategi sustainability growth, Perseroan berhasil menghadapi tantangan pandemi COVID-19 melalui inovasi, peningkatan kapabilitas di konstruksi (structure work) maupun non-konstruksi (jasa pertambangan), serta menekankan kembali pentingnya sustainability development melalui inisiatif green contractor.

Menurutnya, pengembangan jasa pertambangan merupakan bagian strategi perusahaan untuk melakukan klasterisasi lini bisnis untuk tumbuh lebih dinamis. Perusahaan mengklasterisasi kapabilitas yang dimiliki menjadi konstruksi yang terdiri atas civil work dan structure work, serta non konstruksi yang terdiri atas production plant, penyewaan alat berat dan jasa pertambangan.

“Dasar kami melakukan klasterisasi adalah pemanfaatan sumber daya dan aset agar lebih optimal serta perolehan pasar/proyek yang lebih fleksibel. Diharapkan dengan strategi tersebut, perusahaan dapat terus tumbuh di tengah pandemi COVID-19," kata Rully.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini