Wall Street Berakhir Melemah Jelang Rilis Inflasi AS

Tim Okezone, Jurnalis · Kamis 10 Juni 2021 07:23 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 10 278 2422799 wall-street-berakhir-melemah-jelang-rilis-inflasi-as-rYCVoR1gYu.jpg Wall Street (Foto: Reuters)

NEW YORK - Wall Street ditutup melemah pada perdagangan Rabu, karena pelaku pasar sedang menantikan pengumuman data inflasi yang nantinya dapat mempengaruhi kebijakan Federal Reserve.

Departemen Tenaga Kerja akan merilis laporan indeks harga konsumen pada Kamis waktu setempat. Laporan inflasi dipandang dapat mempengaruhi keputusan The Fed.

"Ada masa tenang dalam hal berita dan orang-orang menunggu angka inflasi besok. Jadi Anda memiliki pasar campuran di mana rata-rata utama tidak melakukan banyak hal," kata Kepala Eksekutif Horizon Investment Services, Chuck Carlson, dilansir dari Reuters, Kamis (10/6/2021).

Baca Juga: Wall Street Bervariasi Menanti Data Inflasi AS

Ketiga indeks saham utama AS membalikkan kenaikan sebelumnya. Dow Jones Industrial Average turun 152,68 poin atau 0,44% menjadi 34.447,14.

S&P 500 kehilangan 7,71 poin atau 0,18% pada 4.219,55 dan Nasdaq Composite turun 13,16 poin, atau 0,09%, menjadi 13.911,75. Di antara 11 sektor utama di S&P 500, sektor kesehatan naik paling banyak.

Saham meme memperpanjang rally karena didorong media sosial, dengan Aethlon Medical melonjak 388,2%. Obrolan Reddit juga membantu mengangkat saham operator penjara GEO Group dan World Wrestling Entertainment masing-masing 38,4% dan 10,9%.

Baca Juga: Wall Street Ditutup 2 Arah, Nasdaq Naik 67 Poin

Namun, saham meme lainnya seperti Clover Health, AMC Entertainment dan Bed Bath & Beyond ditutup melemah.

Menurut Vanda Research, volume saham ritel telah kembali ke puncak sejak Januari lalu. Di mana forum media sosial berebut untuk mengidentifikasi GameStop Corp, saham yang memulai fenomena kenaikan.

"Rasanya seperti pasar saham alternatif. Ini indikasi spekulasi. Anda bisa sukses jika Anda masuk pada saat yang tepat tetapi sangat sulit untuk bermain dengan sukses dari waktu ke waktu,” ujar Carlson.

Sementara itu, GameStop menunjuk Matt Furlong sebagai CEO barunya menjelang laporan pendapatannya. Diperkirakan GameStop mengalami kerugian kuartalan sebesar USD1,01 per saham. Sahamnya turun lebih dari 4% dalam perdagangan setelah jam kerja.

Di sisi lain, pergerakan saham Campbell Soup Co meleset dari ekspektasi laba kuartalan dan memangkas perkiraan pendapatan setahun penuh. Pfizer Inc naik 2,5% setelah pemerintahan Biden mengumumkan rencana untuk menyumbangkan 500 dosis Covid-19 ke sekitar 100 negara selama dua tahun ke depan.

Produsen obat Merck & Co naik 2,3% setelah pengumuman Pemerintah AS telah setuju untuk membeli sekitar 1,7 juta kursus pengobatan eksperimental Covid-19 perusahaan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini