MNC Vision dan Migo Kerjasama Hadirkan Hiburan Premium bagi Pasar Indonesia

Tim Okezone, Jurnalis · Kamis 10 Juni 2021 11:00 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 10 278 2422805 mnc-vision-dan-migo-kerjasama-hadirkan-hiburan-premium-bagi-pasar-indonesia-98vkRRW7da.jpg

JAKARTA - Migo Indonesia dan PT MNC Vision Networks (IPTV) menandatangani kerjasama menghadirkan hiburan premium bagi puluhan juta orang Indonesia. Kerjasama akan melihat konten Perseroan didistribusikan melalui platform inovasi milik Migo, dengan dipromosikan di seluruh ekosistem media MNC Group, selain IPTV mengambil porsi saham di Migo Indonesia.

Presiden Direktur IPTV Ade Tjendra merasa senang dengan peluang untuk mempercepat ekspansi dalam mendistribusikan konten IPTV melalui investasi di Migo. Momentum yang berkembang dalam bisnis streaming merupakan bukti nyata dan relevansi dari keunggulan konten lokal IPTV.

“Kolaborasi ini akan memungkinkan IPTV dan Migo untuk menjangkau puluhan juta pelanggan di Indonesia yang memiliki konektivitas internet terbatas, ke dalam ekosistem hiburan on-demand kami. Kesepakatan ini akan menciptakan strategi komersial, konten, dan distribusi yang selaras, yang akan terbukti bermanfaat bagi kita semua dalam jangka panjang. Saya sangat antusias dengan potensi kolaborasi ini dan menurut saya Migo akan menjadi akselerator yang luar biasa untuk lini bisnis kami," ujarnya, Kamis (10/6/2021).

Baca Juga: Asyik, Langganan Vision+ Premium dan JD.ID Dapat Potongan 50%

Sebagai informasi, Migo Indonesia merupakan sebuah perusahaan teknologi global disruptif yang didukung oleh Temasek, yang secara masif memperluas distribusi konten untuk cakupan pasar yang luas di negara berkembang. MIGO didirikan oleh Barrett Comiskey, yang dikenal sebagai salah satu "fathers of electronic ink”.

Sebagai sarjana lulusan MIT, Barrett mengembangkan teknologi di balik Amazon Kindle e-reader yang telah mengeluarkan miliaran e-book dan berperan penting dalam revolusi industri percetakan. Beliau memiliki lebih dari 70 paten dengan namanya dan telah diakui oleh Forum Ekonomi Dunia sebagai Pelopor Teknologi dan merupakan orang termuda yang pernah dilantik dalam US National Inventors Hall of Fame.

Baca Juga: K-Vision Tempati Kantor Pusat Baru, Hary Tanoesoedibjo: Sinergi Bakal Lebih Maksimal

Migo dirancang untuk mengoptimalkan pengalaman pelanggan untuk cakupan pasar yang luas, dan menghadirkan layanan video-on-demand secara offline melalui jaringan warung atau yang disebut 'Warung Migo'. Di Warung Migo mana pun, pengguna dapat mengakses jaringan yang dipatenkan Migo untuk mengunduh konten tanpa batas dan lebih cepat dari sebelumnya, serta mengunduh sebuah film membutuhkan waktu hanya dalam 60 detik.

Selain itu, pengguna juga dapat menonton sepuasnya tanpa biaya data, tanpa iklan, dan tanpa buffering, dengan biaya hanya Rp1.000 per hari. Hal ini membuat Migo 5-7x lebih murah daripada biaya keseluruhan dari OTT berlangganan lainnya, dengan waktu unduh 30x lebih cepat daripada jaringan telekomunikasi tradisional.

Sementara itu, Presiden Direktur Migo Indonesia Dan Connor mengaku sangat antusias untuk membentuk aliansi ini dengan IPTV, sebagai bagian inti dari konglomerat media terkemuka di Asia Tenggara.

“Visi mereka yang jelas untuk masa depan media, dikombinasikan dengan konten dan kemampuan pemasaran mereka yang terdepan memberikan peluang unik bagi kami untuk meningkatkan jaringan Migo yang disruptif untuk mampu menjangkau ke puluhan juta konsumen pasar yang “haus akan data”. Kami akan secara bersama-sama mengubah cara hiburan dikonsumsi di seluruh Indonesia,” ujarnya.

Migo lebih murah hingga 5-7 kali dibandingkan dengan layanan ott premium

Saat ini, Migo mendistribusikan konten dari berbagai rumah produksi lokal & internasional dan layanan OTT. Mencakup berbagai rumah produksi dan pembuat konten lokal, seperti MNC Group, MD Pictures, SBS, dan JTBC, serta sejumlah OTT, termasuk GoPlay, layanan streaming video GoJek; Genflix, salah satu OTT pertama yang diluncurkan di Indonesia; dan Sushiroll, yang menghadirkan konten Anime terbaik.

Kerjasama strategis ini akan menjadi katalis bagi pertumbuhan anak perusahaan IPTV, terutama dalam menambah jaringan baru untuk mendistribusikan kontennya. Dengan memanfaatkan jaringan Migo, konten IPTV kini dapat dinikmati oleh jutaan pengguna yang saat ini memiliki kesulitan dengan konektivitas dan biaya internet/data. Migo akan membawa skala televisi FTA tradisional ke dunia OTT berlangganan, yang akan tumbuh mencapai lebih dari 100.000 Warung Migo dari Sabang hingga Merauke.

Migo dan Perseroan akan bekerjasama untuk memperluas jaringan Migo secara nasional, bertujuan untuk menjangkau 100 juta orang selama 5 tahun ke depan, dan membawa anak perusahaan IPTV ke lebih dari 20 juta pengguna bulanan berbayar.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini