Wow! Utang BUMN Tembus Rp2.000 Triliun

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Kamis 10 Juni 2021 17:04 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 10 320 2423167 wow-utang-bumn-tembus-rp2-000-triliun-AamQ6pdmbp.jpg Utang BUMN (Foto: Okezone)

JAKARTA - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mencatat total utang pendanaan BUMN sejak 2020 mencapai Rp2.000 triliun. Sumbernya berasal dari surat utang dan instrumen utang lainnya.

Sementara ekuitas BUMN tercatat Rp2.500 triliun. Dengan begitu, Debt to Equity Ratio (DER) atau rasio utang perusahaan berada di posisi 0,7% atau di bawah 1%. Struktur utang perusahaan bisa dinyatakan kesehatan jika posisinya berada di bawah 1,5%.

"Jadi DER-nya di bawah 1,5% baru dikatakan sehat, jadi ini masih 0,7% jadi masih sekitar setengahnya dari yang dibatasi utang BUMN," ujar Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga dalam konferensi pers secara virtual, Kamis (10/6/2021).

Baca Juga: Utang BUMN Tembus Rp851,1 Triliun Terbebani Proyek Strategis, Bisa Lunas? 

Arya menyebut, banyak pemberitaan mengenai utang BUMN. Namun, narasi pemberitaan tersebut menggabungkan utang pendanaan dan non pendanaan BUMN. Padahal, komposisi utang yang dimiliki perusahaan menyangkut pinjaman dan tabungan masyarakat di Bank Himbara.

"Selama ini orang menggabungkan utang pendanaan yang ada bunga dan sebagainya dan utang non pendanaan. Utang pendanaan kita itu sekitar Rp2.000 triliun, itu apakah surat utang yang punya bunga dan sebagainya. Kemudian kita punya utang non pendanaan, ini yang kadang-kadang digabungkan, misalnya orang menyimpan uang di bank, nah ini otomatis menjadi utang perbankan," tutur dia.

Tren utang BUMN memang tercatat meningkat dalam lima tahun terakhir. Berdasarkan statistik utang Luar Negeri Bank Indonesia (BI), pinjaman asing BUMN per Januari 2021 mencapai USD57,47 miliar atau setara Rp809 triliun mengacu kurs Rp14.400 per dolar AS. Nilai itu setara dengan 28% dari total ULN swasta.

Sedangkan, catatan Kementerian BUMN, total utang perusahaan negara hingga kuartal ketiga 2020 mencapai Rp1.682 triliun, naik Rp289 triliun dibandingkan posisi akhir 2019.

Tingginya utang BUMN karena dampak penugasan pemerintah untuk pembangunan dan pengembangan sejumlah proyek strategis nasional (PSN) .

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini