Pantas Rugi, Biaya Sewa Pesawat Garuda Indonesia Paling Mahal di Dunia

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Kamis 10 Juni 2021 18:36 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 10 320 2423246 pantas-rugi-biaya-sewa-pesawat-garuda-indonesia-paling-mahal-di-dunia-si9Ir9Sxxo.jpg Garuda (Foto: Okezone)

JAKARTA - Harga sewa pesawat yang ditetapkan lessor kepada PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) tercatat paling tinggi di dunia. Nilainya mencapai 60%.

Baca Juga: Di Ambang Kebangkrutan, Garuda Indonesia Kembalikan 2 Pesawat 

Staf Khusus Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Arya Sinulingga menyebut, harga sewa pesawat itu sebelumnya sudah disepakati oleh mantan Direktur Utama Garuda Indonesia Ari Askhara dengan perusahaan penyewa.

"Kita tahu bahwa Garuda ini kondisinya seperti ini karena penyewa pesawat ugal-ugalan di masa yang lalu. Dari Dirut-nya sudah ditangkap KPK. Dan ini adalah mereka menyewa pesawat," ujar Arya, Kamis (10/6/2021).

Baca Juga: Pengakuan Mengejutkan Erick Thohir soal Penyebab Keuangan Garuda Berdarah-darah 

Pemegang saham mencatat, ada beberapa penyebab utama maskapai penerbangan nasional di ambang kebangkrutan. Salah satunya adalah persoalan harga sewa pesawat yang mahal.

Selain itu, dari 36 lessor yang menjadi mitra Garuda, sebagian memasang harga sewa pesawat mahal dan sebagian lainnya terlibat dalam kasus korupsi sebelumnya.

Efisiensi pengelolaan pesawat menjadi masalah lain. Pemegang saham mencatat, ada beragam jenis pesawat yang dimiliki Garuda. Misalnya, Boeing 737-777, A320, A330, ATR, Bombardier. Jenis pesawat yang banyak membuat manajemen tidak efektif mengelolanya. Sementara harga sewa yang dikeluarkan cukup tinggi.

"Bayangkan, dalam isi kontrak saja, kalau dibatalkan kontraknya oleh GT, maka GT wajib membayar penuh hingga sampai habis. Baik itu dihentikan atau tidak dihentikan,itu tetap bayar. Garuda juga menyewa beragam jenis pesawat Airbus banyak jenisnya," tutur dia.

Meski begitu, Arya menegaskan, tidak memiliki pilihan lain selain melakukan restrukturisasi guna menyelamatkan bisnis perusahaan pelat merah tersebut.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini