Wall Street Menguat, Indeks S&P 500 Capai Level Tertinggi

Tim Okezone, Jurnalis · Jum'at 11 Juni 2021 06:59 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 11 278 2423408 wall-street-menguat-indeks-s-p-500-capai-level-tertinggi-9g3eIjmF3Z.jpg wall Street Menguat. (Foto: Okezone.com/Reuters)

NEW YORK - Bursa saham AS, Wall Street berakhir menguat pada perdagangan Kamis, dengan indeks S&P 500 mencapai rekor tertinggi. Hal tersebut karena data ekonomi mendukung pernyataan Federal Reserve terkait peningkatan inflasi saat ini bersifat sementara.

Departemen Tenaga Kerja mencatat data indeks harga konsumen (CPI) meningkat.

Naikknya inflasi dinilai menambah perdebatan apakah lonjakan harga saat ini dapat berubah menjadi inflasi jangka panjang, meskipun ada jaminan Fed.

Baca Juga: Wall Street Anjlok Terseret Saham Sektor Teknologi dan Energi

Tetapi bila melihat data inflasi sebagian besar lonjakan harga berasal dari barang-barang seperti komoditas dan tiket pesawat. Oleh karena itu cenderung bersifat sementara.

"Awal minggu ini, pasar mengalami hari-hari yang sangat membosankan karena semua memperhatikan laporan CPI ini. Tetapi begitu orang melihat ke bawah , sebagian besar inflasi yang lebih tinggi disebabkan oleh pembukaan kembali, dan saham mengalami reli yang melegakan," kata Ahli Strategi Pasar Senior LPL Financial di Charlotte, Ryan Detrick, dilansir dari Reuters, Jumat (11/6/2021).

Baca Juga: Wall Street Ditutup Menguat Berkat Saham Amazon hingga Facebook

Dow Jones Industrial Average naik 19,1 poin atau 0,06% menjadi 34.466,24. S&P 500 naik 19,63 poin, atau 0,47%, pada 4.239,18 dan Nasdaq Composite menambahkan 108,58 poin atau 0,78%, pada 14.020,33.

Ketiga indeks utama Wall menguat, dengan saham megacap menempatkan Nasdaq pada kenaikan tertinggi. Tetapi saham transportasi dan smallcaps sensitif secara ekonomi mengakhiri sesi di wilayah negatif.

Di antara 11 sektor utama S&P 500, sektor kesehatan menikmati persentase kenaikan terbesar. Sedangkan saham keuangan sensitif terhadap suku bunga turun sehingga melemah 1,1% karena pelonggaran imbal hasil Treasury AS.

Sementara itu, Komite DPR AS mengesahkan RUU pengeluaran infrastruktur senilai USD547 miliar. Kesepakatan ini lebih rendah dari proposal yang diajukan Presiden Joe Biden untuk paket infrastrukturnya senilai USD2,3 triliun.

Setor-sektor yang mendapat keuntungan dari belanja infrastruktur pun mengakhiri sesi lebih rendah. Industri dan transportasi masing-masing turun 0,5% dan 0,7%.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini