4 Fakta Garuda Indonesia Terancam Bangkrut, Dahlan Iskan Turun Tangan

Feby Novalius, Jurnalis · Sabtu 12 Juni 2021 05:14 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 11 320 2423515 4-fakta-garuda-indonesia-terancam-bangkrut-dahlan-iskan-turun-tangan-9qX3Ts7O97.png Garuda Indonesia. (Foto: Okezone.com/Garuda Indonesia)

JAKARTA - Nasib Garuda Indonesia tengah menjadi sorotan, salah satunya oleh Mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan. Menurut Dahlan Garuda Indonesia bisa belajar dari maskapai penerbangan milik Thailand, Thai Airways (TG).

Menurutnya, kedua maskapai penerbangan ini memiliki masalah akibat pandemi virus corona. Namun dalam proses penyelesaian masalah antara kedua maskapai ini memiliki perbedaan.

 Berikut Okezone rangkum fakta menarik terkait Garuda Indonesia dan komentar dari Dahlan Iskan, Sabtu (12/6/2021).

1. Strategi Penyelamatan Thai Airways

Perkara Thai Airways sudah dibahas dalam Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) negara setempat untuk melakukan persidangan.

Baca Juga: Pesawat Garuda Indonesia Dikembalikan Lebih Cepat, Ini Penjelasan Dirut

"Bedanya, Thai Airways sudah membuat keputusan. membawa masalahnya ke PKPU-nya Thailand. Sidang-sidangnya sudah berlangsung, sudah pula siap diputuskan, tapi para kreditor masih menyusulkan pendapat," ujar Dahlan.

Usai kreditor memberikan pendapat usulan, PKPU pun menyetujui untuk mendengarkan hal tersebut. Dengan demikian, putusan dimundurkan hingga 15 Juni 2021 mendatang.

2. Dahlan Bilang Nasib Garuda Mengambang

Menurut Dahlan, proses yang dialami Garuda Indonesia dinilai masih ngambang karena belum ada petusan pemerintah terhadap kondisi maskapai pelat merah saat ini.

Baca Juga: Erick Thohir Buka Opsi Gaji Pilot Garuda Indonesia Dibayar Per Jam

"Pemerintah Thailand sudah pada keputusan final, tidak mau lagi menginjeksi TG. Bahkan tiga tahun lalu pemerintah sudah memutuskan tidak mau lagi menjadi pemegang saham mayoritas. Dilakukanlah divestasi dari 51% ke 47,8%. Sementara Garuda melayang-layang dengan benang putusnya," katanya.

3. Thai Airways Bukan BUMN

Dengan divestasi itu pemerintah mengeluarkan Thai Airways dari daftar BUMN-nya. Divestasi itu dilakukan dengan cepat. Saat status TG diubah, maka perusahaan pun melantai ke pasar modal. Dahlan mencatat, tidak rumit mendivestasi saham di pasar modal.

"Utang TG memang sangat besar, juga sebesar gajah bengkak. Bengkaknya lebih besar sekitar Rp100 triliun. Lebih besar dari GA yang Rp70 triliun.

4. Ubah Rute Penerbangan

Berbagai upaya menyelamatkan TG sudah dilakukan pemerintah Thailand. Jalur-jalur yang rugi sudah dihapus. Gaji dipangkas dan jumlah karyawan pun dikurangi hingga 6.000 orang.

TG sudah tidak punya lagi rute penerbangan ke Amerika. Padahal, industri penerbangan ini sukses. Bahkan, jauh lebih sukses dari Garuda Indonesia. Dimana, TG pernah memiliki penerbangan nonstop jarak jauh baik dari Bangkok ke New York dan dari Bangkok ke Los Angeles.

"Saya pernah naik TG dengan rute yang amat jauh, dari Madrid ke Bangkok, nonstop. Kecewa. Salah saya sendiri. Saya kurang cerewet bertanya. Waktu itu saya membeli tiket first class agar bisa tidur enak. Ternyata first class di jurusan itu sama dengan business class, kursinya hanya bisa disandarkan sedikit, tidak bisa dibuat hamparan datar," kata Dahlan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini