Mengungkap Rencana Besar Erick Thohir-Prabowo Subianto di Holding BUMN Industri Pertahanan

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Jum'at 11 Juni 2021 13:48 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 11 320 2423607 mengungkap-rencana-besar-erick-thohir-prabowo-subianto-di-holding-bumn-industri-pertahanan-5zXvS8frcg.jpg Menteri BUMN Erick Thohir. (Foto: Okezone.com/BUMN)

JAKARTA - Kementerian BUMN segera membentuk Holding BUMN Industri Pertahanan. Tujuannya menggabungkan kekuatan BUMN di bidang industri pertahanan agar lebih fokus untuk memenuhi kebutuhan alat peralatan pertahanan dan kemanan nasional (alpalhankam).

Wakil Menteri BUMN Pahala G Mansury menyebut, holding mampu menjawab tantangan kebutuhan pemenuhan alpalhankam nasional melalui proses elaborasi atas regulasi dan kebijakan terhadap rencana pengembangan kemampuan dan ekosistem industri pertahanan nasional.

Baca Juga: Transformasi Digital, Erick Thohir Ingin BUMN Semen Tangkap Peluang

Bahkan, keberadaan holding dinilai tidak saja memberi manfaat bagi BUMN Pertahanan, namun juga mampu mendorong ekosistem pertahanan secara keseluruhan.

“Pembentukan Holding BUMN Industri Pertahanan memberikan manfaat tidak hanya bagi BUMN anggota, negara atau pemerintah, tapi juga para pemangku kepentingan lainnya dan ekosistem pertahanan secara keseluruhan,” ujar Pahala dikutup, Jumat (11/6/2021).

Baca Juga: Pembentukan Subholding Pertamina, Erick Thohir: Kita Bukan Jual Aset Bangsa

Saat ini, pemerintah tengah mengkonsolidasikan proses penggabungan perusahaan-perusaan negara tersebut. Salah satunya dilakukan melalui Focus Group Discussion (FGD) Chapter II BUMN Industri Pertahanan.

Dalam kesempatan itu, Sekjen Kementerian Pertahanan (Kemhan), Marsdya TNI Donny Ermawan Taufanto menyampaikan, dukungannya terhadap pembentukan Holding BUMN Industri Pertahanan. Menurutnya, Kemhan terus memberikan dukungan untuk rencana induk klaster Indhan tersebut

Salah satu dukungam yang dilakukan adalah penguatan posisi alpalhankam di pasar nasional dan global.

“Dukungan juga dalam bentuk peningkatan skala dan penguatan posisi di pasar alpalhankam nasional dengan mengutamakan penggunaan produk buatan BUMN Indhan yang berkualitas,” kata Donny.

FGD yang dikemas dalam Indonesia Defence Club (IDC) Ini juga menghasilkan kesepahaman yang ditandatangani oleh para pemangku kepentingan seperti KKIP, Kemhan, Kemenko Marves, LIPI, Univesitas Pertahanan dan para Direktur Utama BUMN Industri Pertahanan.

Kesepahaman ini sangat penting untuk memuluskan cita-cita kemandirian industri pertahanan Indonesia. Dengan strategic holding, BUMN Industri Pertahanan akan mampu meningkatkan kemampuan secara bisnis maupun teknologi untuk memenuhi kebutuhan alpalhankam basional. Holding juga memiliki pengalaman dan kemampuan berkolaborasi dengan BUMS.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini