Sinyal Sri Mulyani Mau Naikkan Pajak Mobil Emisi Karbon Tinggi

Rina Anggraeni, Jurnalis · Jum'at 11 Juni 2021 14:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 11 320 2423616 sinyal-sri-mulyani-mau-naikkan-pajak-mobil-emisi-karbon-tinggi-LAqYwJdIA8.jpg Menteri Keuangan Sri Mulyani (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani menyiapkan sejumlah instrumen dalam mengurangi emisi karbon di Indonesia. Salah satunya, Sri Mulyani akan menerapkan pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) bagi kendaraan yang memiliki emisi karbon tinggi.

Baca Juga:  Sembako Dipajak Emak-emak Teriak, Saksikan Selengkapnya di iNews Siang Jumat Pukul 11.00 WIB

"Kementerian Keuangan mendivervikasi keuangan kita. Apakah tax holiday atau lewat PPnBM yang kendaraan yang punya emisi tinggi dikenakan pajak yang lebih tinggi. Kami akan dukung pemda melalui DAK fisik, nonfisik, DID untuk meningkatkan awareness climate change di daerah," kata Sri Mulyani dalam video virtual, Jumat (11/6/2021).

Lanjutnya, komitmen Indonesia dalam mengatasi masalah perubahan iklim. Berbagai instrumen pun menjadi andalan pemerintah untuk memitigasi dampak yang terjadi.

Baca Juga:  Pemerintah Berencana Tarik Pajak Sekolah, DPR: Tidak Etis dan Rawan Digugat ke MK

Salah satunya melalui penerbitan green bond atau green sukuk bond. Terbaru, pemerintah menerbitkan sukuk hijau global senilai USD750 juta atau Rp10,5 triliun (kurs Rp14 ribu per USD) untuk tenor selama 30 tahun.

"Dalam soal ini, Indonesia terdepan dan banyak emerging dan developing country melihat pengalaman Indonesia. Green sukuk kita juga di-certified," katanya.

Dia menambahkan underlying green sukuk ini juga konsisten dengan budget tagging yang dilakukan oleh pemerintah.

"Pemerintah berkomitmen bukan hanya instrumennya saja, tetapi proyek yang dibiayai juga bisa berkontribusi menurunkan emisi karbon," tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini