Waspada, Beredar Lagi Surat Palsu Pengangkatan Honorer

Dita Angga R, Jurnalis · Jum'at 11 Juni 2021 17:24 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 11 320 2423776 waspada-beredar-lagi-surat-palsu-pengangkatan-honorer-6wIo32U04l.png Surat Palsu Pengangkatan Honorer (Foto: PANRB)

JAKARTA - Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) kembali menemukan adanya surat palsu tentang pengangkatan tenaga honorer. Plt Kepala Biro Hukum, Komunikasi, dan Informasi Publik Kementerian PANRB Mohammad Averrouce menegaskan bahwa KemenPANRB tidak mengeluarkan surat terkait pengangkatan tenaga honorer.

Dalam surat palsu bernomor 257/VI/2021 tentang pengangkatan tenaga honorer, seolah-olah ada keputusan rapat bersama Komisi X DPR dan Menteri Aparatur Sipil Negara dan Birokrasi (MenPANRB). Dimana keputusan tersebut adalah untuk memberikan kesempatan kepada tenaga honorer, tenaga administrasi, penyuluh pertanian, dan tenaga honorer kesehatan yang berumur lebih dari 35 tahun untuk diangkat menjadi pegawai negeri sipil (PNS) tanpa tes bagi yang memenuhi persyaratan.

"Bahkan dalam penulisan kepanjangan dari Menteri PANRB juga tidak tepat. Kami tegaskan surat tersebut palsu," katanya dalam keterangan persnya, Jumat (11/6/2021)

Baca Juga: Ingat! Pemda Tak Diizinkan Lagi Rekrut Tenaga HonorerĀ 

Dalam surat palsu tersebut juga tertulis waktu dan tempat yakni Selasa, 8 Juni 2021 pukul 10.00 WIB di Ruang Rapat Komisi X DPR RI untuk membahas terkait pengangkatan tenaga honorer berumur 35 tahun keatas. Surat tersebut seolah ditandatangani MenPANRB Tjahjo Kumolo dan ditujukan untuk Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) Pusat dan Daerah.

Averrouce menyampaikan bahwa terdapat beberapa kasus surat palsu yang serupa. Salah satunya sempat mencatut nama Heru Purwaka dari Biro Perencanaan Kepegawaian BKN Pusat sebagai penghubung.

"Mereka seringkali menggunakan nama Heru Purwaka, hanya nomor telepon yang selalu diubah," ujarnya.

Averrouce mengimbau agar masyarakat selalu berhati-hati dalam menerima informasi. Terlebih lagi jika surat tersebut mengatasnamakan KemenPANRB dan meminta sejumlah imbalan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini