Share

Erick Thohir Tunjuk Agus Tjahajana Jadi Komisaris Utama Holding BUMN Baterai

Suparjo Ramalan, iNews · Minggu 13 Juni 2021 08:08 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 13 320 2424337 erick-thohir-tunjuk-agus-tjahajana-jadi-komisaris-utama-holding-bumn-baterai-5O8UvOEjG1.jpg Erick Thohir (Foto: KBUMN)

JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menunjuk Agus Tjahajana Wirakusumah sebagai komisaris utama Indonesia Battery Corporation (IBC)/Indonesia Battery Holding (IBH) atau holding BUMN baterai.

IBC adalah konsorsium empat BUMN sektor pertambangan dan energi yang nantinnya mengembangkan Electric Vehicle (EV) Battery atau industri kendaraan listrik di Indnesia.

Keempat perusahaan pelat merah itu adalah Holding Industri Pertambangan (MIND ID) atau Inalum, PT Antam Tbk, PT Pertamina (Persero), dan PT PLN (Persero), dengan komposisi saham sebesar masing-masing 25 persen.

Baca Juga: Holding BUMN Baterai, Namanya PT Industri Baterai Indonesia

Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulungga mengatakan, Agus ditempatkan sebagai komisaris utama IBC untuk mempercepat pelaksanaan EV Bateray di dalam negeri. Dia sebelumnya, menjabat sebagai komut PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero).

"Pak Agus, Komut Inalum sudah menjadi Komisaris Utama di perusahaan IBC Holdingnya EV Bateray ke depan. Jadi, Pak Agus memang diminta fokus untuk memberdayaakan dan mempercepat EV Battery di Indonesia," ujar Arya saat dihubungi MNC Portal Indonesia, Minggu (13/6/2021).

IBC sendiri sudah diresmikan Menteri BUMN pada, Jumat 26 Maret 2021 lalu. Pemegang saham menilai, pendirian holding untuk ekosistem industri baterai kendaraan listrik di Indonesia adalah langkah yang cukup berani. Sebab, industri dalam negeri dirancang agar bisa bersaing dengan negara-negara maju di dunia, seperti China, Amerika Serikat (AS), dan Korea.

Mantan Bos Inter Milan itu menjelaskan, pendirian IBH sendiri cukup memakan waktu. Sebab, dalam rancangan awal Kementerian BUMN tidak mempertimbangkan akan terjadinya pandemi Covid-19. Namun begitu, krisis ekonomi dan kesehatan ini justru dibajak untuk mempercepat mentransformasikan program-program Kementerian BUMN dan badan usaha.

"Saya rasa ini perjalanan yang panjang, kurang lebih 1 tahun yang lalu, di mana, bagian kita ingin mentransformasi. Transformasi daripada kemajuan Indonesia ke depannya. Dan tentu kita awali pada saat itu kita tak pernah pikirkan adanya Covid-19, ternyata dengan adanya Covid ini justru mencetak transformasi itu," kata Erick.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini