PPI Merger dengan BGR Logistics, Ini PR dari Erick Thohir

Advenia Elisabeth, Jurnalis · Senin 14 Juni 2021 16:29 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 14 320 2424947 ppi-merger-dengan-bgr-logistics-ini-pr-dari-erick-thohir-6iYtwpOS5S.png Kementerian BUMN. (Foto: Okezone.com/BUMN)

JAKARTA - Kementerian BUMN menyiapkan strategi untuk memperkuat kinerja PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (Persero) yang direncanakan merger dengan PT Bhanda Ghara Reksa (BGR) Logistics, dalam rangka meperkuat Holding BUMN Pangan.

Menurut Staff Khusus III Menteri BUMN Arya Sinulingga, Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) harus meningkatkan kemampuan komunikasi sebagai salah satu modal utama BUMN trading yang unggul.

Arya mencontohkan strategi yang dilakukan BUMN guna menciptakan citra positif, kepercayaan public, dan kinerja positif kepada PT PPI. Di antaranya, rebranding Kementerian BUMN melalui aksi institusi strategis (merger, percepatan, kinerja holding, dan perampingan organisasi) dengan latar logo dan core values BUMN yang baru.

Baca Juga: Transformasi Digital, Erick Thohir Ingin BUMN Semen Tangkap Peluang

Kemudian, lanjutnya, penguatan aset komunikasi BUMN melalui strategi pertemuan dan pembahasan agenda komunikasi publik termasuk sosial media secara rutin serta pendampingan penilaian Keterbukaan Informasi Publik (KIP). 

“Yang terakhir adalah optimasi dan penguatan hubungan strategis Kementerian BUMN dengan pemerintah melalui program sosial kemasyarakatan yang pro-rakyat,” paparnya di Jakarta, Senin (14/6/2021).

Dalam bincangnya, Arya melanjutkan, dalam berkomunikasi dengan lawan bicara seperti client, komunikator harus memiliki kemampuan untuk memahami sesuatu yang positif dalam dirinya dan perusahaanya. Sebab hal itu menjadi modal awal untuk dapat efektif berkomunikasi.

“Tapi bukan berarti kita menutupi kelemahan kita. Membangun diri sendiri adalah bentuk citra kita. Bukan pencitraan ya. Jadi kaya PPI yang dia mengetahui bagaimana kondisi perusahaannya itulah modal dasar dia ketika membangun komunikasi. Apa yang sedang dikerjakan oleh diri kita, itu adalah komunikasi. Apa yang sedang atau yang akan dilakukan oleh perusahaan kita, itu juga modal untuk berkomunikasi,” tuturnya.

Baca Juga: Mengungkap Rencana Besar Erick Thohir-Prabowo Subianto di Holding BUMN Industri Pertahanan

Dia juga menyampaikan bahwa semua perusahaan harus dibiasakan untuk mengetahui produk perusahaan sehingga jika ada masalah dalam perusahaan di kalangan masyarakat, karyawan bisa dapat menjadi jembatan untuk menjelaskan kepada masyarakat.

 “Saya ambil contoh misalnya perusahaan bank. Yang tahu mengenai produk bank pasti karyawan salesnya. Karyawan lain tidak tahu karena tidak mau mencari tahu. Hal seperti ini contoh kekurangan yang ada pada perusahaan,” tegasnya.

Perlu diketahui, tidak lama lagi PT. PPI akan melakukan merger dengan PT.BGR. Dalam hal ini, Arya menerangkan bahwa pihak PPI harus dapat menjelaskan propek kedepan untuk nantinya dikomunikasikan kepada PT. BGR. “Seperti keunggulan-keunggulan yang dapat dipaparkan. Itu untuk jadi nilai jual,” tambahnya.

Selain itu, dalam acara yang sama, Arya juga mengapresiasi kepada PPI yang telah mendapatkan penghargaan membuka kanal. Hal ini dinilai bagus sebagai bentuk keterbukaan kepada publik.

“Kanal itu penting untuk wadah masyarakat menilai kinerja perusahaan. Perusahaan jangan malah takut atau bahkan menghindar dari komentar atau kritikan pedas masyarakat” tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini