Menteri Arifin Akui Penyediaan Energi di Daerah Belum Terjangkau

Oktiani Endarwati, Jurnalis · Selasa 15 Juni 2021 18:10 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 15 320 2425645 menteri-arifin-akui-penyediaan-energi-di-daerah-belum-terjangkau-f4vesuDYoO.jpg Listrik (Ilustrasi: Shutterstock)

JAKARTA – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) selaku Ketua Harian Dewan Energi Nasional Arifin Tasrif berkomitmen memperluas dan memperbaiki akses energi ke seluruh masyarakat Indonesia terutama ke daerah-daerah pedalaman.

"Ini sedang berlangsung dilakukan. Pemerintah merespons penyediaan energi ke daerah - daerah yang selama ini belum terjangkau," ujarnya dalam siaran pers, Selasa (15/6/2021).

Baca Juga: Erick Thohir Lobi AS untuk Energi, Kesehatan hingga Investasi

Salah satu upaya pemerintah untuk mengatasi hambatan tersebut melalui konversi pembangkit diesel ke gas. Terlebih langkah ini diambil pemerintah demi menekan tingginya angka impor bahan bakar minyak.

"Program ini akan memanfaatkan gas alam kita, terutama untuk memenuhi kebutuhan di wilayah Indonesia Timur bisa berasal dari Bontang atau Bintuni dan ke depan bisa dari Masela," jelas Arifin.

Baca Juga: Hadiri Munas BEM Seluruh Indonesia, Ridwan Kamil Bicara tentang Kemandirian Energi

Arifin melanjutkan, adanya infrastruktur gas di wilayah Timur diharapkan memudahkan transportasi ke wilayah yang akan mendapatkan akses energi. Selain itu, identifikasi dan implementasi sumber energi baru terbarukan di masing-masing wilayah juga menjadi salah satu pertimbangan mengatasi kesenjangan energi.

Ke depannya, pemerintah bakal fokus program konversi BBM ke energi listrik. Kondisi ini sesuai tuntutan global akan energi bersih. Salah satu tantangan yang tengah dihadapi adalah penetapan pajak karbon sehingga menjadi tekanan tersendiri bagi industri dalam negeri.

"Konversi BBM ke listrik ini harus suatu menjadi program yang sungguh -sungguh kita laksanakan. Dengan memberikan insentif dengan perpajakan. Karena listrik ini dihasilkan dari produk dalam negeri, kita tidak impor. Itu yang perlu kita prioritaskan, kita buatkan roadmap yang terukur ke depannya," tandas Arifin.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini