IHSG Sesi I Masih Lesu pada Level 6.065

Shelma Rachmahyanti, Jurnalis · Kamis 17 Juni 2021 12:10 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 17 278 2426597 ihsg-sesi-i-masih-lesu-pada-level-6-065-WOsMtBrrhL.jpg IHSG Melemah. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih bertahan di zona merah hingga jeda sesi I perdagangan hari ini. IHSG melemah 13,7 poin atau 0,2% ke 6.065.

Pada jeda sesi I perdagangan, Kamis (17/6/2021), Indeks LQ45 turun 0,48% ke 880,87, indeks JII turun 0,45% ke 563,24, indeks IDX30 turun 0,50% ke 470,47, dan indeks MNC36 turun 0,76% ke 294,24.

Baca Juga: Turun 39 Poin, IHSG Dibuka Melemah ke Level 6.038

Menurut CEO PT Elkoranvidi Indonesia Investama Fendi Susiyanto, rencana The Fed menaikkan suku bunga lebih cepat memberi dampak cukup negatif terhadap emerging market termasuk Indonesia.

“Semakin banyak beberapa pengambil kebijakan, sudah lebih dari tujuh barang kali ya, yang mengatakan bahwa ini nampaknya kenaikan suku bunga sudah mulai di-consider paling tidak untuk 2023,” katanya.

Baca Juga: IPO GoTo Berpotensi Cuan, Simak di IG Live MNC Sekuritas Pukul 20.00 Ini!

Dia menjelaskan, dengan adanya rencana tersebut menyebabkan harga-harga komiditi terutama emas mengalami penurunan. Kemudian, bursa-bursa global dan Asia pun akan sedikit terpengaruh dengan adanya perkembangan terbaru ini.

“Ini membuat harga-harga komiditi terutama harga emas mengalami kejatuhan. Kemudian, bursa Dow Jones juga sedikit terpengaruh. Lalu, kita lihat bursa-bursa di Eropa seperti Jerman dan kemungkinan besar di Asia juga sedikit terpengaruh karena perkembangan terbaru ini,” jelas Fendi

Lanjutnya, kemungkinan besar para pelaku pasar akan melihat Dolar Amerika yang punya potensi menguat karena ada kenaikan suku bunga yang lebih cepat dari perkiraan sebelumnya. Hal tersebut cukup berpengaruh terhadap emerging market.

“Ini cukup membuat pengaruh yang negatif terhadap emerging market, termasuk di Indonesia juga,” tutupnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini