Rugi Jual Pertamax, Sinyal Pertamina Naikkan Harga BBM

Oktiani Endarwati, Jurnalis · Kamis 17 Juni 2021 17:33 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 17 320 2426824 rugi-jual-pertamax-sinyal-pertamina-naikkan-harga-bbm-rwKQdmfO6s.jpg Pertamina Masih Evaluasi Dampak Kenaikan Harga Minyak. (Foto: Okezone.com/Pertamina)

JAKARTA - PT Pertamina belum melakukan penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM), meski harga minyak dunia terus naik.

Kenaikan harga minyak dunia pun mendorong naik harga minyak acuan yang ditetapkan oleh pemerintah. Hal ini berpotensi membuat Pertamina merugi.

Baca Juga: Libur Lebaran Penyaluran Pertalite Cs Naik 8%, Avtur Turun

"Saat ini Pertamina masih mengevaluasi dampak kenaikan harga minyak dunia terhadap harga jual BBM kami," kata Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga, Sub Holding Commercial and Trading Putut Andriatno saat dihubungi, Kamis (17/6/2021).

Harga minyak dunia terus menguat. Harga minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Agustus naik 40 sen atau 0,5% menjadi USD74,39 per barel. Angka ini merupakan tertinggi sejak April 2019. Sedangkan harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman Juli naik 3 sen menjadi USD72,15 per barel.

Baca Juga: Intip Usulan Kuota BBM Bersubsidi di Tahun Depan

Putut mengatakan, evaluasi sedang dilakukan oleh tim pricing dan finance. Setelah ada hasilnya akan dikonsultasikan dengan pemerintah untuk memutuskan apakah ada penyesuaian atau tidak.

"Kapannya kami menunggu hasil dari proses tersebut," ungkapnya.

Sebelumnya, Direktur Eksekutif Energy Watch Mamit Setiawan mengatakan, sesuai Permen ESDM No 62/2020, Badan Usaha bisa melakukan penyesuaian harga dengan mengajukan kepada pemerintah dalam hal ini Dirjen Migas. Bahkan badan usaha swasta seperti Shell, Vivo, BP maupun Indostation sudah beberapa kali menyesuaikan harga jual.

"Jadi sudah sepatutnya Pertamina juga menaikan harga BBM mereka," tuturnya.

Menurut dia, pemerintah harus memberikan persetujuan penyesuaian harga BBM yang baru, jika tidak ingin Pertamina mengalami kerugian lebih dalam lagi. "Pemerintah harus segera menyetujui harga BBM untuk menyesuaikan dengan harga MOPS tiga bulan terakhir. Kalau tidak, Pertamina akan semakin merugi," tutup Mamit. 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini