Fed Rate Bakal Naik, Indeks Dolar Menguat Tajam

Antara, Jurnalis · Jum'at 18 Juni 2021 08:11 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 18 320 2427041 fed-rate-bakal-naik-indeks-dolar-menguat-tajam-xVopVRs76U.jpg Dolar AS (Foto: Ilustrasi Shutterstock)

JAKARTA – Indeks dolar AS melonjak pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB). Dolar mencapai level tertinggi dua bulan terhadap sekeranjang mata uang, sehari setelah pejabat Federal Reserve (Fed) AS mengejutkan pasar dengan memproyeksikan kenaikan suku bunga dan mengakhiri pembelian obligasi darurat lebih cepat dari yang diperkirakan.

Baca Juga: Indeks Dolar AS Menguat ke Level Tertinggi

Fed memproyeksikan jadwal yang dipercepat untuk kenaikan suku bunga, memulai pembicaraan tentang bagaimana mengakhiri pembelian obligasi darurat, dan mengatakan pandemi COVID-19 tidak lagi menjadi kendala utama pada perdagangan AS.

Mayoritas dari 11 pejabat Fed memperkirakan setidaknya dua seperempat poin kenaikan suku bunga untuk tahun 2023, menambahkan bahwa mereka akan tetap mendukung kebijakan untuk saat ini guna mendorong pemulihan pasar tenaga kerja.

Baca Juga: Dolar AS Tak Banyak Gerak Jelang Pertemuan The Fed, Bitcoin di Atas Awan

Indeks dolar, yang melacak greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, naik 0,53% pada 91,892, tertinggi sejak pertengahan April. Pada Rabu (16/6/2021) dolar melonjak hampir 1,0%, persentase kenaikan harian terbesar sejak Maret 2020, demikian dilansir dari Antara, Jumat (18/7/2021).

"Menjelang pertemuan Fed, kami merasa ada risiko hasil yang lebih hawkish yang dapat mendorong penguatan dolar AS jika itu terjadi," kata Associate Portfolio Manager Manulife Asset Management, Chuck Tomes, di Boston.

Namun, Tomes mengatakan dia melihat dolar akan melemah dalam jangka panjang. Proyeksi baru The Fed mendorong beberapa, termasuk Goldman Sachs dan Deutsche Bank, untuk mengabaikan seruan menjual dolar.

"Kami terus memperkirakan pelemahan dolar AS secara luas, didorong oleh valuasi mata uang yang tinggi dan pemulihan ekonomi global yang meluas," tulis analis di Goldman Sachs dalam sebuah catatan pada Rabu (16/6/2021).

"Namun, ekspektasi Fed yang lebih hawkish dan perdebatan tapering (pengurangan pembelian obligasi) yang sedang berlangsung tampaknya akan menjadi hambatan untuk posisi jual dolar dalam waktu dekat," kata para analis, menutup rekomendasi mereka untuk membeli euro terhadap dolar.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini