OPEC Perkirakan Produksi AS Turun, Harga Minyak Naik Jadi USD73,5/Barel

Antara, Jurnalis · Sabtu 19 Juni 2021 08:18 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 19 320 2427594 opec-perkirakan-produksi-as-turun-harga-minyak-naik-jadi-usd73-5-barel-Do8JXO6Jl2.jpg Harga Minyak Dunia Naik. (Foto: Okezone.com/SKK Migas)

NEW YORK - Harga minyak rebound pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), setelah sumber OPEC mengatakan bahwa kelompok produsen minyak memperkirakan pertumbuhan produksi minyak AS akan terbatas tahun ini.

Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Agustus naik 43 sen atau 0,6% menjadi USD73,51 per barel. Sementara itu, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS bertambah 60 sen atau 0,8% menjadi USD71,64 per barel.

Pejabat di Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) mendapat prospek produksi AS dari pakar industri. Diperkirakan bahwa kelompok produsen lebih banyak kekuatan untuk mengelola pasar sebelum potensi lonjakan produksi minyak serpih pada 2022.

Baca Juga: Harga Minyak Dunia Naik Dekati USD75/Barel

"Pasar minyak rally karena OPEC skeptis bahwa peningkatan produksi minyak AS akan cukup untuk mengubah rencana mereka untuk mendukung harga," kata Analis Senior Price Futures Group, Phil Flynn, dikutip dari Antara, Sabtu (19/6/2021).

Pada Rabu (16/6/2021), harga Brent menetap pada level tertinggi sejak April 2019 dan WTI juga naik ke level tertinggi sejak Oktober 2018.

Namun keuntungan harga minyak dibatasi kekhawatiran berkepanjangan tentang pandemi dan dolar AS yang lebih kuat. Hal ini membuat minyak lebih mahal dalam mata uang lainnya.

Baca Juga: Harga Minyak Dunia Nyaris Anjlok 2%

Sementara itu, ada kesepakatan tentang pertumbuhan pasokan AS yang terbatas tahun ini. Sumber industri mengatakan untuk perkiraan 2022 pertumbuhannya berkisar antara 500.000 barel hingga 1,3 juta barel per hari.

"Sentimen umum mengenai (minyak) serpih adalah akan kembali karena harga naik tetapi tidak terlalu cepat," kata sumber di salah satu perusahaan yang memberikan perkiraan kepada OPEC.

Harga minyak yang lebih tinggi mendorong beberapa perusahaan energi AS kembali ke sumur mereka. Jumlah rig minyak, indikator awal produksi masa depan, naik delapan rig minggu ini menjadi 373 rig, tertinggi sejak April 2020, menurut perusahaan jasa energi Baker Hughes Co

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini