Percepat Pemulihan Ekonomi, Pengusaha Minta Dilibatkan Beli Vaksin Covid-19

Advenia Elisabeth, Jurnalis · Sabtu 19 Juni 2021 10:19 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 19 320 2427602 percepat-pemulihan-ekonomi-pengusaha-minta-dilibatkan-beli-vaksin-covid-19-21LPstRcZ1.jpg Pengusaha Minta Dilibatkan Membeli Vaksin Covid-19. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi Sukamdani menilai vaksinasi Covid-19 bisa segera dipecepat. Salah satunya dengan memberi vaksin gotong royong pada pihak swasta agar mempercepat proses vaksinasi.

“Kunci (pemulihan ekonomi) adalah seluruh masyarakat Indonesia harus divaksin. Indonesia ini sebenarnya terlambat karena dari 20 juta vaksin yang direncanakan, yang datang hanya 450 ribu vaksin,” ujarnya dalam diskusi daring ‘Pemulihan Ekonomi Di masa Pandemi’, Sabtu (19/6/2021).

Haryadi pun mengkawatirkan proses penyebaran vaksin akan semakin lama jika pihak swasta tidak diikutserakan dalam pembelian vaksin.

“Semestinya jika pintu dibuka selain Biofarma, saya rasa akan banyak pihak swasta yang mengambil peran. Sehingga penyebaran vaksin bisa lebih cepat. Misalnya ada masyarakat yang memiliki dana ingin membeli paket vaksin secara mandiri. Menurut saya itu kan jauh lebih cepat dibanding harus semuanya menunggu vaksin subsidi pemerintah,” terangnya.

Baca Juga: Tjahjo Kumolo Pastikan Tak Ada Lockdown Kantor Pemerintahan

Sementara itu, Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso mengatakan, tingkat vaksinasi global secara harian masih terus melaju, terutama di Asia khususnya Tiongkok yang mampu menyuntikkan 20 juta dosis dalam sehari.

Indonesia harus berkaca pada negara tetangga yang dapat melakukan penyebaran vaksin secara cepat dan merata dengan distribusi vaksin maupun protokol kesehatan.

Dunia mengatakan ekonomi akan membaik. Sebab negara-negara maju sudah membuktikan keberhasilannya dalam pemulihan ekonomi dengan penggunaan vaksin.

Baca Juga: Penyederhanaan Birokrasi Bakal Ubah Pola Pikir PNS yang Mengejar Jabatan Struktural

Indonesia sudah ada tanda-tanda membaik. Namun, Wimboh menyampaikan, ada sektor-sektor yang perlu diperhatikan seperti penerbangan, travel, dan perhotelan. Sebab, dari sektor inilah yang memberi peran besar dalam pemulihan ekonomi negara.

“Sekarang ini kalau kita tidak berani naik pesawat, pesawatnya kosong. Dari sekian pesawat hanya sekian saja yang diterbangkan. Yang spending banyak ya turis-turis. Kalau turis tidak ada, hotel sepi. Begitu hotel tidak ada yang nginap, penyewaan mobil di Bali bisa gulung tikar. Dan restoran juga sama,” jelasnya.

Menurutnya, selama mobilitas belum pulih, sulit untuk mengembalikan sektor-sektor tersebut membaik. Maka dari itu, perolehan vaksinasi sangat penting guna memberikan penangkal dalam diri setiap orang supaya dapat melakukan mobilitas dengan tetap mematuhi protokol kesehatan.

Pada kesempatan yang sama, Deputi Gubernur Bank Indonesia, Doni Primanto Joewono mengungkapkan, mobilitas orang-orang Indonesia sangat tinggi melebihi pra-Covid 19. Tak bisa dipungkiri masyarakat Indonesia memiliki keinginan yang tinggi melakukan mobilitas.

 Dia menilai, ada sisi baik dalam semangat orang Indonesia dalam mengembalikkan keadaan ekonomi. Seperti mulai merintis UMKM, berjualan dan lain sebagainya. Tentu dalam kegiatannya tak jauh dari mobilitas. Doni mengingatkan, hal itu boleh dilakukan dengan catatan patuhi prokes.

“Orang Indonesia kurang hati-hati. Seluruh masyarakat Indonesia boleh melakukan mobilitas seperti usaha UMKM dan lain-lain tapi yang perlu diingat tetap patuh prokes. Karena itulah yang mengembalikkan ekonomi kita,” tuturnya.

Dia menambahkan, dalam pemulihan ekonomi, negara jangan bertumbuh pada kegiatan konsumsi terus menerus. Sebab, Indonesia memiliki peluang besar melakukan ekspor. Hal ini bisa dilakukan sebagai salah satu cara memulihkan ekonomi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini