Varian Baru Covid-19 Jadi Kotak Pandora Bagi Ekonomi RI

Rina Anggraeni, Jurnalis · Sabtu 19 Juni 2021 19:10 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 19 320 2427651 varian-baru-covid-19-jadi-kotak-pandora-bagi-ekonomi-ri-Ak2xDixwzj.jpg Varian Baru Covid-19 Khawatirkan Pemulihan Ekonomi. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Pemerintah dinilai jangan ragu untuk menerapkan kebijakan PSBB menyeluruh dan mempercepat vaksinasi. Tujuan supaya pandemi virus corona bisa selesai.

“Demi pemulihan kesehatan publik, pemerintah sebaiknya menerapkan kembali PSBB dan sekaligus mempercepat vaksinasi," ujar Ekonom Senior Fadhil Hasan, di Jakarta, Sabtu (19/6/2021).

Fadhil mengkhawatirkan bahwa lonjakan kasus Covid 19 akibat varian delta akan mengancam pemulihan ekonomi yang sedang berlangsung. Akibatnya, dikhawatirkan ekonomi akan kembali ke zona resesi.

Baca Juga: Tjahjo Kumolo Pastikan Tak Ada Lockdown Kantor Pemerintahan

“Varian delta ini seperti kotak pandora, bila kita menyikapinya biasa-biasa saja dan akhirnya terbuka, ancaman resisi dapat terjadi di sepanjang 2021” katanya.

Menurutnya, untuk mengatasi lonjakan kasus Covid 19, pemerintah perlu segera menerapkan kembali PSBB didaerah zona merah sebelum fasilitas kesehatan collaps dan keadaan semakin tidak terkontrol.

“Selain menerapkan PSBB di zona merah, pemerintah perlu mempercepat vaksinasi di daerah zona merah untuk mencegah penyebaran lebih lanjut Covid 19." ujar Fadhil.

Baca Juga: Percepat Pemulihan Ekonomi, Pengusaha Minta Dilibatkan Beli Vaksin Covid-19

Fadhil meminta, program 3 T juga perlu kembali dilaksanakan secara serius, dan protokol kesehatan yang ketat perlu diberlakukan dengan sanksi yang lebih tegas.

“Pemberlakuan PSBB di daerah zona merah perlu dilaksanakan dengan menutup untuk sementara berbagai kegiatan masyarakat yang mengundang kerumunan masa (pernikahan), kegiatan ibadah, tempat hiburan dan pariwisata, mall, dan lain2. PSBB juga harus dilaksanakan dengan lebih efektif dan tegas lagi,” ujarnya.

Menurut Fadhil, pengalaman selama ini menunjukkan bahwa PSBB selama dua minggu telah menimbulkan dampak negatif cukup signifikan bagi perkenomian nasional. Oleh karena itu pemerintah perlu memitigasi kemungkinan ekonomi kembali tumbuh negatif pada triwulan berikutnya dengan asumsi pertumbuhan pada triwulan II akan berkisar 6%-7%. Krisis terutama terkait dengan ketenagakerjaan, meningkatnya pengangguran dan kemiskinan.

“Program bantuan sosial perlu dipercepat dan diperluas disertai efektifitas yang lebih baik. Besar kemungkinan besarnya aggaran bantuan sosial dan kesehatan perlu direvisi lagi dengan mempertimbangkan perkembangan kasus lonjakan baru Covid 19," imbuhnya.

Fadhil meminta agar pemerintah juga melakukan peninjauan kembali prioritas pengeluaran anggaran terutama untuk berbagai program infrastruktur yang berdampak jangka menengah panjang.

“Untuk mendukung terlaksananya program pemulihan ekonomi, BI harus lebih berperan lagi dengan menerapkan kebijakan moneter harus lebih akomodatif melalui skema burden sharing dan penurunan tingkat suku bunga untuk mendorong pertumbuhan kredit," tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini