Kasus Covid-19 Meledak, Ekonomi Kuartal II-2021 Tak Sampai 7%?

Oktiani Endarwati, Jurnalis · Minggu 20 Juni 2021 18:56 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 20 320 2428103 kasus-covid-19-meledak-ekonomi-kuartal-ii-2021-tak-sampai-7-bi3onXOxW8.jpg kasus Covid-19 (Foto: Okezone)

JAKARTA - Target pertumbuhan ekonomi di kuartal II-2021 akan terganggu imbas adanya lonjakan kasus Covid-19 di sejumlah daerah pasca libur-Lebaran.

Tercatat, kasus positif Covid-19 di Tanah Air kembali bertambah. Tercatat pada 20 Juni 2021 bertambah 13.737 kasus, sehingga akumulasi positif Covid-19 saat ini lebih dari 1,9 juta kasus atau sebanyak 1.989.909 kasus.

Direktur Riset Center of Reform on Economics (CORE) Piter Abdullah memperkirakan dampak lonjakan kasus Covid-19 ke ertumbuhan kuartal II-2021 relatif minimal. Hal ini karena lonjakan kasus Covid-19 baru terjadi pada bulan Juni 2021.

"Untuk target pertumbuhan kuartal II, saya perkirakan juga akan terdampak, tetapi minimal sekali karena kuartal II sudah berjalan. Tapi tentu saja tidak akan mencapai target pemerintah yang di atas 7%," ujarnya ketika dihubungi, Minggu (20/6/2021).

Baca Juga: Update Corona 20 Juni 2021: Positif 1.989.909 Orang, 1.792.528 Sembuh dan 54.662 Meninggal 

Menurut dia, tanpa adanya pembatasan sosial pun pertumbuhan ekonomi pada kuartal II/2021 masih cukup sulit untuk mencapai 7%. Apalagi ini ada kenaikan kasus dan ada pengetatan PPKM.

Meski begitu, dia memperkirakan pertumbuhan ekonomi pada kuartal II-2021 masih akan positif. "Pertumbuhan ekonomi di kuartal II saya perkirakan masih akan positif di kisaran 3% hingga 4%," ungkapnya.

Dia menambahkan, untuk daerah-daerah yang melakukan lockdown atau membatasi aktivitas sosial ekonomi secara ketat akan berdampak pada perekonomian. Namun besarnya dampak pembatasan sosial terhadap ekonomi akan bergantung berapa lama pengetatan tersebut akan dilakukan.

"Yang sedikit terdampak hanya aktivitas sosial ekonomi di bulan Juni. Itupun saya melihat belum ada pemerintah daerah yang mengambil kebijakan yang sangat ekstrim. Aktivitas ekonomi memang dibatasi, prokes diperketat. tetapi tidak sampai menutup atau melarang kegiatan ekonomi," tuturnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini