Kembalikan Pesawat ke 2 Lessor, Dirut Garuda Ungkap Ada Pasal Neraka

Aditya Pratama, Jurnalis · Senin 21 Juni 2021 20:26 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 21 320 2428675 kembalikan-pesawat-ke-2-lessor-dirut-garuda-ungkap-ada-pasal-neraka-kvhampYvbU.jpg Pesawat (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) berupaya melakukan renegosiasi kepada 31 perusahaan penyewaan pesawat (lessor) terkait kerugian yang menimpa Garuda.

Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengatakan, dari upaya yang dilakukan manajemen Garuda saat ini terdapat dua lessor yang siap menerima pengembalian pesawat dan kasus diselesaikan.

"Alhamdulillah sudah ada dua lessor yang bersedia pesawatnya kita kembalikan lalu case closed yang pesawatnya kodenya sudah diubah," ujar Irfan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VI DPR, Senin (21/6/2021).

Irfan menyebut bahwa dalam satu tahun ke belakang Garuda Indonesia sudah lama tidak melakukan pembayaran sewa kepada lessor, di mana dari total 31 lessor saat ini hanya ada 15 lessor yang menangani 41 pesawat yang digunakan oleh maskapai nasional tersebut.

"Soal lessor enggak dibayar, memang sudah lama enggak kita bayar, dari tahun lalu juga sudah enggak kita bayar para lessor itu. Kita punya 31 lessor, hari ini dari 41 pesawat yang kita tangani itu ada 15 lessor, sisanya? ya kita diamkan saja udah, pesawatnya juga berhenti ada di Jakarta dan beberapa minta dikembalikan," kata dia.

Irfan menyebut, begitu pesawat telah dikembalikan kepada lessor maka ada clocking early termination yang harus disikapi dengan hati-hati terhadap terms and condition di kontrak. Pasalnya, semua kontrak lessor yang dimiliki terdapat satu pasal "neraka".

"Ada pasal nerakanya satu, apapun yang terjadi anda harus bayar, semuanya seperti itu. Jadi, kita harus hati-hati menganggap ini karena ini jadi obligation yang bisa berkepanjangan," katanya.

Menurut Irfan, kontrak tersebut lumrah berada dalam sebuah kontrak leasing yang basisnya sell and lease back. Dia menekankan pentingnya negosiasi dengan hati-hati karena tujuan yang diinginkan adalah bagaimana bisa menghentikan kontrak dengan tanpa memiliki kewajiban ke depannya.

"Semua (kontrak) kemahalan, itu lah yang kita negosiasikan kemarin, sudah turun 30 persen. Ini kemudian yang mau kita renegosiasi lagi. 11 juta dolar AS ini adalah saving, dulu satu bulan kita membayar 76 juta dolar AS untuk sewa pesawat, saat ini sudah turun 11 juta dolar AS. Jadi, sekitar 55 juta dolar AS per bulan sewa pesawat yang kita lakukan," tuturnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini