Sri Mulyani Perpanjang Insentif Pajak hingga Akhir Tahun, Ini Aturan Mainnya

Rina Anggraeni, Jurnalis · Senin 21 Juni 2021 20:33 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 21 320 2428678 sri-mulyani-perpanjang-insentif-pajak-hingga-akhir-tahun-ini-aturan-mainnya-z1lRnk5lJL.jpg Pajak (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani akan memperpanjang masa berlaku insentif perpajakan dalam program pemulihan ekonomi nasional (PEN) 2021 hingga akhir 2021.

Pemberian insentif yang dimaksud sebagaimana tercantum dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 9/PMK.03/2021 tentang Insentif Pajak untuk Wajib Pajak Terdampak Pandemi Corona Virus Disease 2019. Beleid tersebut sejatinya mengatur masa berlaku insentif yakni hingga Juni 2021.

Sri Mulyani mengatakan insentif tersebut akan berlaku hingga Desember 2021. Sejumlah insentif usaha yang diperpanjang hingga akhir tahun adalah PPh 21 DTP, PPh final UMKM DTP, pembebasan PPh 22 impor, pengurangan angsuran PPh 25, dan pengembalian pendahuluan PPN.

"Sekali lagi fokus kita APBN hari ini adalah memulihkan ekonomi dan menangani covid. Jadi beberapa insentif yang memang perlu diperpanjang dan kita lihat perlu akan kita perpanjang untuk memulihkan," kata Sri Mulyani dalak video virtual, Senin (21/6/2021).

Kata dia, perpanjangan insentif perpajakan dapat mendorong cashflow perusahaan di masa pemulihan ekonomi yang masih berjalan tahun ini."Kita hanya memberikan untuk sektor sektor yang memang masih memberikan dukungan," katanya.

Namun demikian khusus insentif pembebasan PPh 22 impor, pengurangan angsuran PPh 25, dan pengembalian pendahuluan PPN tak diberikan kepada semua sektor seperti yang berlaku hingga Juni 2021.

"Tiga bentuk insentif itu hanya akan diberikan untuk sektor-sektor yang masih membutuhkan dukungan," katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini