Sri Mulyani Mau Ubah Tarif Pungutan Ekspor Sawit Jadi Segini

Rina Anggraeni, Jurnalis · Senin 21 Juni 2021 21:43 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 21 320 2428712 sri-mulyani-mau-ubah-tarif-pungutan-ekspor-sawit-jadi-segini-rcIBVydHMa.jpg Sawit (Foto: Okezone)

JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani berencana mengubah tarif pungutan ekspor untuk minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO). Saat ini pungutan ekspor CPO tengah direvisi dan ditargetkan rampung pada bulan ini.

Pada aturan yang baru pungutan ekspor akan dikenakan jika harga menyentuh USD750 per ton, di mana setiap kenaikan harga USD50 per ton ada kenaikan tarif.

"PMK sedang direvisi untuk bisa terbit secepatnya pada bulan, kalau bisa Juni ini. Sebetulnya ini sudah 2 minggu harusnya lebih cepat," kata Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam video virtual, Senin (21/6/2021).

Kepala Badan Kebijakan Fiskal Febrio Nathan Kacaribu menerangkan, setiap kenaikan USD50 CPO akan berlaku dua tarif. Sebutnya, untuk CPO sebesar USD20 dan untuk turunan CPO USD16.

"Jadi setiap kenaikan USD 50 harga CPO maka tarif pungutan ekspor untuk CPO naik USD 20, sementara untuk setiap USD50 kenaikan CPO kenaikan tarif untuk turunan dari CPO adalah USS16," katanya.

Nantinya, tarif maksimal untuk pungutan ekspor berhenti ketika harga CPO mencapai USD1.000 per ton, yaitu pungutan ekspornya USD175 per ton

"Tarif pungutan ekspornya ini ketika USD1.000 per ton di mana tarif ekspornya USD175 abis itu enggak naik lagi," tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini